Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

Motif Ayunan Maulid Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Sasirangan Tapin

×

Motif Ayunan Maulid Diproyeksikan Jadi Ikon Baru Sasirangan Tapin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260610 WA0064 scaled e1781089504914
LOMBA DESAIN - Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba kain sasirangan motif Ayunan Maulid. (Kalimantanpost.com/repro Prokpim Setda Tapin).

RANTAU, Kalimantanpost.com  — Pemerintah Kabupaten Tapin berupaya memperkuat identitas budaya daerah melalui Lomba Desain Motif Sasirangan Khas Tapin 2026 bertema Motif Ayunan Maulid.

Kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat PKK Kabupaten Tapin, Rabu (10/6/2026), menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menghadirkan motif sasirangan yang berakar pada tradisi lokal sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kalimantan Post

Bupati Tapin H Yamani mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong kreativitas masyarakat sekaligus melestarikan budaya yang menjadi ciri khas Tapin.

Menurut Yamani, sasirangan tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga berpotensi menjadi media promosi daerah apabila dikembangkan melalui desain yang kuat dan memiliki karakter khas.

“Lomba ini menjadi ruang bagi para perajin dan desainer untuk berinovasi. Kami ingin lahir motif sasirangan yang mampu merepresentasikan identitas Tapin dan dikenal lebih luas,” kata Yamani.

Ia menjelaskan, tema Ayunan Maulid dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Tapin. Tradisi Baayun Maulid yang telah berlangsung turun-temurun dinilai mengandung nilai religius, kebersamaan, serta kearifan lokal yang layak diangkat menjadi inspirasi karya.

Karena itu, pemerintah daerah berharap para peserta mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam motif yang estetis, inovatif, dan memiliki daya saing di pasar industri kreatif.

Yamani juga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengapresiasi karya terbaik dari lomba tersebut. Desain yang meraih juara pertama akan dijadikan salah satu motif resmi yang digunakan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapin.

“Kami ingin motif terbaik tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi benar-benar menjadi identitas visual daerah yang dapat digunakan dan dibanggakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tapin, Sugian Noor mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi kreatif yang didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026.

Baca Juga :  Tapin Usulkan Ruas Jalan Strategis ke Program Inpres Jalan Daerah 2026

Menurut Sugian, lomba bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif, mendorong lahirnya inovasi desain sasirangan, serta menggali potensi budaya daerah sebagai sumber inspirasi produk kreatif.

“Tradisi Baayun Maulid memiliki nilai budaya yang kuat dan sangat potensial diterjemahkan menjadi motif sasirangan khas Tapin. Selain mendukung pelestarian budaya, hasil karya yang lahir juga diharapkan memberi nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha kreatif,” katanya.

Lomba ini diikuti 19 peserta yang berasal dari delapan kecamatan, yakni Tapin Selatan, Lokpaikat, Candi Laras Selatan, Tapin Utara, Salam Babaris, Bakarangan, Tapin Tengah, dan Binuang. Dari jumlah tersebut terkumpul 29 desain karena setiap peserta diperbolehkan mengirimkan hingga tiga karya.

Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani, Ketua MPIG Sasirangan Kalimantan Selatan Fahruzzaini, praktisi sasirangan Masdinah, seniman muda Tapin Muhammad Syaiful Arif, serta pengamat fesyen Andri Yanto Maulana.

Pemerintah Kabupaten Tapin berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan motif sasirangan yang tidak hanya memperkaya khazanah budaya daerah, tetapi juga menjadi produk unggulan yang mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui penguatan identitas budaya dalam bentuk karya desain, Tapin berupaya membangun citra daerah yang semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.(abd/KPO-4)

Iklan
Iklan