Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Prof. Noorhaidi Hasan, Putra Banjar di Kancah International Pimpin 90 Kampus Islam Se-Asia

×

Prof. Noorhaidi Hasan, Putra Banjar di Kancah International Pimpin 90 Kampus Islam Se-Asia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260627 131921 e1782537636178
Prof Noorhaidi terpilih menjadi Presiden asosiasi perguruan tinggi Islam se-Asia yang berperan akademika meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di kawasan Asia.(Rof/KPO-1)

YOGYAKARTA, Kalimantan Post – Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, secara aklamasi terpilih sebagai Presiden Asian Islamic Universities Association (AIUA) masa bakti 2026–2028. Pengukuhan ini berlangsung dalam 15th Annual General Meeting AIUA di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 23–25 Juni 2026.

Pria kelahiran Amuntai, Kalimantan Selatan, 7 Desember 1971 ini resmi memimpin jejaring sekitar 90 perguruan tinggi Islam dari berbagai negara di Asia. Terpilihnya putra Banjar ini dinilai sebagai pengakuan atas rekam jejak akademik, kapasitas kepemimpinan, dan jejaring internasional yang telah dibangunnya.

Kalimantan Post

Nama Prof. Noorhaidi juga masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia berdasarkan dampak publikasi dan sitasi karya akademiknya. Kariernya di lingkungan UIN Sunan Kalijaga cukup panjang, pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, lalu Direktur Program Pascasarjana. Ia juga sempat menjabat Dekan Fakultas Islamic Studies Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebelum kembali memimpin UIN Sunan Kalijaga.

Dalam wawancara khusus dengan Kalimantan Post usai pengukuhan, putra daerah Amuntai ini memaparkan sejumlah program prioritasnya. Ia menegaskan amanah ini bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan tanggung jawab moral dan intelektual untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan zaman.

“Ke depan, fokus saya ada pada beberapa hal. Pertama, memperkuat penjaminan mutu, kolaborasi akademik antaruniversitas Islam di Asia melalui riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah yang berdampak global. Universitas-universitas Islam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri; kita harus membangun ekosistem pengetahuan yang saling menguatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong transformasi perguruan tinggi Islam agar lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer serta memperkuat peran universitas Islam sebagai pusat peacebuilding dan social cohesion. “Dunia saat ini menghadapi polarisasi, konflik, dan fragmentasi sosial. Di sinilah peran kampus Islam harus tampil sebagai perekat,” tegasnya.(rfz)

Baca Juga :  UPTD Taman Budaya Kalsel Angkat Kembali Topeng Banjar Lewat Tari Srikandi

Iklan
Iklan