MARTAPURA, Kalimantampost.com – Memperingati Hari Anak Nasional, Alfamart memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS).
Tahun ini, perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan telur, tetapi juga melengkapi program dengan edukasi gizi bagi para orang tua penerima manfaat.
Di Kabupaten Banjar, edukasi gizi digelar di Poskesdes Pinggiraan Hilir, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 60 anak yang terindikasi stunting bersama orang tua mereka mengikuti penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Nutrisionis Penyelia, Husnul Khotimah menjelaskan, stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, hingga pola asuh dan akses layanan kesehatan.
Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase paling menentukan dalam mencegah stunting. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan.
”Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan waktu terbaik untuk mencegah stunting. Sejak anak masih dalam kandungan, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi. Setelah lahir, pemenuhan gizi seimbang pada anak juga menjadi faktor penting agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, usia enam hingga 24 bulan merupakan masa penting untuk memperbaiki status gizi anak. Pada fase tersebut, protein hewani seperti telur menjadi salah satu sumber nutrisi yang berperan dalam mendukung pertumbuhan.
Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia satu hingga tiga tahun yang terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu. Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai pada Mei 2026, setiap anak menerima satu butir telur setiap hari melalui penyaluran berkala.
Tahun ini menjadi pelaksanaan terbesar sejak program dimulai. Sebanyak 2.700 anak di 39 kabupaten dan kota menjadi penerima manfaat dengan total distribusi lebih dari 510 ribu butir telur.
General Manager Corporate Communications Alfamart Rani Wijaya mengatakan, Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang dibagikan, tetapi juga perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Berdasarkan monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi.
”Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak,” kata Rani. (dev/KPO-4)















