Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Benang Layangan Kembali Makan Korban, Ada Empat Pengendara di Banjarmasin Terluka

×

Benang Layangan Kembali Makan Korban, Ada Empat Pengendara di Banjarmasin Terluka

Sebarkan artikel ini
IMG 20260711 WA0027 e1783756246701
Ilustrasi benang layang-layang bahayakan pengguna jalan roda dua.(Kalimantanpost.com/chatgpt).

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Maraknya permainan layang-layang selama libur sekolah di Kota Banjarmasin kembali menimbulkan insiden yang membahayakan pengguna jalan. Tercatat, ada empat pengendara mengalami luka setelah terkena benang layang-layang saat melintas di sejumlah ruas jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Hendra, mengatakan pengawasan terhadap aktivitas bermain layang-layang masih terus dilakukan hingga masa libur sekolah berakhir pada 13 Juli 2026.

Kalimantan Post

Patroli dilakukan setiap hari sejak awal libur sekolah bersama petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), pihak kecamatan, dan kelurahan. Pengawasan dimulai sejak sore hingga menjelang malam, tepatnya pukul 16.00-19.00 Wita.

“Jadi Minggu ini kegiatan terakhir kami melakukan pemantauan. Setelah itu akan kami evaluasi lagi apakah pengawasan tetap dilanjutkan atau tidak,” kata Hendra, Sabtu (11/7/2026).

Hendra mengungkapkan, salah satu lokasi yang menjadi fokus pengawasan berada di kawasan Jembatan RK Ilir. Di titik tersebut, benang layang-layang yang putus kerap melintang di jalan dan berpotensi mencederai pengendara.

Menurut Hendra, seluruh korban mengalami luka di bagian tubuh yang berbeda. Ada yang terkena bagian hidung hingga leher.

“Sejauh ini sudah ada empat orang korban yang kami antar ke rumah sakit akibat terkena benang layang-layang. Lukanya ada di hidung dan ada juga di leher,” ucap Hendra.

Ia menilai penggunaan benang nilon oleh pemain layang-layang menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Selain kuat, jenis benang tersebut juga sulit diputus secara manual.

“Anggota kami di lapangan untuk memutus benang itu tidak bisa secara manual, tetapi harus menggunakan alat. Ini menunjukkan betapa kuat dan berbahayanya benang yang digunakan,” tuturnya.

Di samping itu, ia mengingatkan masyarakat, terutama pengendara roda dua, agar lebih berhati-hati ketika melintasi lokasi yang rawan digunakan untuk bermain layang-layang.

Baca Juga :  Penipuan Transaksi Batu Bara 7,79 Miliar, Korban Serahkan Penilaian Hakim Demi Rasa Keadilan

“Walaupun kami sudah melakukan pengamanan di sejumlah lokasi, kami tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan diri,” tambahnya.

Ia pun meminta kepada warga untuk gunakan helm dengan kaca penutup, kalau perlu memakai syal sebagai antisipasi apabila ada benang layang-layang yang melintang di jalan. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan