Pihaknya menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG.
BANJARBARU, KP – Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, berjibaku (bertindak) mengendalikan pada lima titik kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, dari Jumat (10/7) dan Sabtu (11/7).
Tiga kejadian pada Jumat di Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Landasan Ulin dengan karakteristik lahan mineral hingga semi gambut.
Dua titik api lainnya, Sabtu, yakni
Titik pertama di Jalan Pintas Sambangan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Penanganan dilakukan bersama BPBD Kota Banjarbaru, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Bencana (MPB) dan relawan BPK.
“Laporan kebakaran langsung kami tindak lanjuti setelah menerima informasi dari masyarakat.
Tim segera melakukan observasi, pendataan, sekaligus pemadaman bersama unsur gabungan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan,” kata Koordinator TRC Pengendalian Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Sahri.
Untuk kebakaran di Jalan Peramuan Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, petugas berhasil memadamkan sekitar satu hektare lahan.
Titik di Jalan Pintas Sambangan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Sahri mengatakan pihaknya mendapat laporan pertama diterima sekitar pukul 12.55 Wita terkait kebakaran lahan di Jalan Pintas Sambangan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Menurutnya, kebakaran terjadi pada lahan semi gambut seluas sekitar tiga hektare yang didominasi vegetasi semak belukar, purun tikus, dan galam.
Tim gabungan berhasil memadamkan sekitar 0,45 hektare area yang terbakar.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung melakukan observasi, pendataan, dan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman ke lokasi agar api tidak meluas,” ujar Sahri.
Dalam penanganan mengerahkan satu unit mobil tangki, satu unit kendaraan operasional Strada dan empat personel.
Selanjutnya, sekitar pukul 14.35 Wita, TRC BPBD kembali menangani kebakaran lahan di Jalan Guntung Manggis, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin.
Kebakaran melanda lahan semi gambut seluas sekitar satu hektare dengan vegetasi semak belukar, purun tikus, dan galam.
Belum Tetapkan
Meski demikian, Pemko Banjarbaru melalui BPBD Banjarbaru belum menetapkan status keadaan darurat karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie menyampaikan, pihaknya menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG.
Berdasarkan informasi yang didapat, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus 2026.
“Puncak kemarau memang di awal Agustus.
Nanti kalau data) telah kami dapat, kami akan di pertengahan (bulan Agustus) juga akan menentukan nanti status (karhutla) bersama-sama dengan Pemko Banjarbaru,” ujarnya Zaini menjelaskan Pemko Banjarbaru fokus pada ring satu kawsan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Tak hanya itu, BPBD Banjarbaru juga sudah memetakan tiga kecamatan yang rawan terjadi karhutla.
“Yaitu di Kecamatan Cempaka, juga Kecamatan Landasan Ulin, dan Kecamatan Liang Anggang menjadi fokus kita.
Karena di sana banyak lahan gambutnya,” jelasnya.
Diakui Zaini sebagai tantangan dalam penanganan karhutla.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. (mns/*/K-2)















