RANTAU, Kalimantanpost.com – Ribuan jemaah memadati Pondok Pesantren Assunniyyah Tambarangan, Kabupaten Tapin, Rabu (15/7/2026), untuk menghadiri Haul ke-4 almarhum KH Imansyah Amir, Lc bin Amir Hasan.
Momentum religius tersebut menjadi ajang mengenang sekaligus meneladani perjuangan ulama yang selama hidupnya mendedikasikan diri untuk pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.
Turut hadir Tuan Guru KH Ahmad Barmawi, Kepala Kantor Kementerian Agama Tapin, Para Alim Ulama dan Habib di Kabupaten Tapin.
Bupati Tapin H Yamani menegaskan, sosok KH Imansyah Amir merupakan ulama kharismatik yang meninggalkan jejak pengabdian besar bagi masyarakat Tapin.
“Beliau adalah sosok ulama yang mengabdikan hidupnya untuk agama, umat, dan daerah. Melalui ilmu, dakwah, keteladanan, serta akhlak mulianya, beliau telah melahirkan banyak santri dan menjadi penyejuk di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Yamani.
Menurutnya, almarhum tidak hanya dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Tambarangan, tetapi juga berperan aktif sebagai penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapin dan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tapin.
Yamani mengatakan, haul bukan sekadar tradisi mengenang tokoh yang telah wafat, melainkan sarana memperkuat silaturahmi, memperdalam nilai-nilai keislaman, serta meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun peradaban yang berakhlak.
Menurut dia, warisan terbesar KH Imansyah Amir bukan hanya lembaga pendidikan yang ditinggalkan, tetapi juga nilai keikhlasan, kesabaran, kesederhanaan, dan istiqamah dalam menyebarkan ajaran Islam yang terus hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, patut menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
“Atas nama Pemkab Tapin dan pribadi, saya menyampaikan penghormatan serta terima kasih atas seluruh darma bakti dan pengabdian almarhum kepada masyarakat dan daerah,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat sinergi antara ulama dan umara sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemajuan spiritual dan moral masyarakat.
Ia berharap semangat perjuangan dan keteladanan KH Imansyah Amir terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Tapin dalam melanjutkan pengabdian kepada agama, daerah, dan sesama.
Pemkab Tapin, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.
Haul ke-4 KH Imansyah Amir berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum, serta jemaah dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang doa bersama untuk almarhum.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan ulama dalam menebarkan ilmu dan membimbing umat akan terus hidup melalui generasi yang melanjutkan perjuangannya.(abd/KPO-4)















