Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Anggaran Operasional Tahap Awal 7,6 Miliar

×

Anggaran Operasional Tahap Awal 7,6 Miliar

Sebarkan artikel ini

Dua Minggu Pemadaman Total di Kalsel

1Utama

Selain pemadaman fisik, penanganan difokuskan pada pengendalian bara bawah tanah.

BANJARBARU, KP – Anggaran Operasional tahap awal Rp7,6 miliar untuk jangka waktu dua minggu dengan target pemadaman total karhuta di Kalsel dapat dirampungkan secara maksimal dalam periode tersebut.

Kalimantan Post

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P bersama Komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan serta jajaran Forkopimda Provinsi, turun langsung ke titik lokasi karhutla di sekitar Posko Tegal Arum, Kota Banjarbaru, Minggu (23/8).

Kapolda Kalsel, sebelumnya memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlangsung di VIP Room Lanud Syamsuddin Noor.

Usai menggelar rapat koordinasi, bersam-sama l bergerak menuju ke titik lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

Dari hasil pengecekan di lapangan, area yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut dengan kedalaman mencapai 1 hingga 3 meter.

Meski kobaran api di permukaan mulai mereda dan kabut asap berangsur berkurang, petugas mendapati masih adanya bara api aktif yang tertanam di bawah permukaan tanah.

Kondisi ini memerlukan proses pembasahan secara menyeluruh agar titik api tidak kembali menyala.

Guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan lahan (mopping up), disiapkan sebanyak 300 unit pompa air yang didistribusikan ke tiga wilayah prioritas.

Yakni Pengayuan/Liang Anggang, Guntung Damar, dan Hutan Lindung, dengan alokasi masing-masing 100 unit.

Dukungan sarana ini bersumber dari kolaborasi lintas sektor, meliputi pihak swasta, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, serta BPBD/Pemprov Kalsel.

Strategi pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan pasokan air dari saluran irigasi utama Sultan Adam/Cindi Alus yang dialirkan menuju kanal-kanal di titik kebakaran.

Baca Juga :  "Doa Tembus Kabut Asap”

Untuk menjaga efektivitas dan stamina petugas di lapangan, setiap unit pompa dioperasikan oleh enam personel yang terbagi ke dalam pola tiga sif kerja secara berkelanjutan.

Operasi pemadaman terpadu ini melibatkan gabungan personel dari Polri, TNI, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Satpol PP, Damkar, serta partisipasi dari tujuh perusahaan di sekitar lokasi.

Langkah cepat ini disokong oleh anggaran operasional tahap awal sebesar Rp 7,6 miliar.

Selain pemadaman fisik, penanganan difokuskan pada pengendalian bara bawah tanah serta penguatan layanan kesehatan bagi personel dan masyarakat sekitar melalui posko kesehatan dan edukasi penggunaan masker.

Di saat yang sama, upaya penegakan hukum dan tindakan preventif terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar terus diperketat guna mencegah meluasnya kembali Karhutla di wilayah Kalsel. (mns/dev/K-2)

Iklan
Iklan