Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Maulid Nabi di Masjid Agung Al Munawwarah, Jamaah Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

×

Maulid Nabi di Masjid Agung Al Munawwarah, Jamaah Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 13
KHIDMAT MAULID — Jamaah berdiri dan mengikuti pembacaan Asyrakal dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru, Kamis (27/8/2026) malam. Peringatan diisi pembacaan Maulid, ayat suci Al-Qur’an dan tausiah tentang keteladanan Rasulullah SAW. (KP/Devi)

Banjarbaru, KP— Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru dipenuhi masyarakat yang mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (27/8/2026) malam. Selain mengenang kelahiran Rasulullah SAW, peringatan tersebut menjadi momentum menguatkan kembali nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali pembacaan syair-syair Maulid. Suasana kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan sejumlah qari terbaik Kota Banjarbaru, yang sebelumnya meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Banjarbaru 2025.

Kalimantan Post

Pesan utama peringatan Maulid disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby.

Sirajoni mengatakan, Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai sebatas mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat untuk meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini mengingatkan kita untuk melihat kembali sosok Rasulullah sebagai teladan dalam menjalin kehidupan. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga bagaimana dia berbuat kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Sirajoni saat membacakan sambutan Wali Kota.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana. Mulai berkata jujur, bersabar, menghormati orang lain hingga hadir membantu ketika ada sesama yang membutuhkan.

Nilai tersebut dinilai penting di tengah perkembangan Kota Banjarbaru. Kemajuan pembangunan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial, kerukunan dan sikap saling menghargai.

“Kita ingin Banjarbaru terus berkembang dan memberikan kehidupan yang semakin baik bagi semua masyarakat di semua tingkat usia. Pembangunan juga akan terasa lebih bermakna jika diiringi dengan masyarakat yang memiliki kepedulian, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” lanjutnya.

Suasana semakin khidmat saat jamaah berdiri dan bersama-sama melantunkan doa dalam pembacaan Asyrakal, salah satu rangkaian yang lazim mengiringi peringatan Maulid Nabi.

Baca Juga :  Ribuan Warga Banjarbaru Bersholawat Bersama Haddad Alwi

Tausiah kemudian disampaikan Ustaz Muhammad Rijal Fathoni. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kisah-kisah yang menggambarkan besarnya kasih sayang Nabi.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah tentang seekor rusa yang terlepas dari tangkapan seorang pemburu dan kemudian berlindung di belakang Rasulullah SAW.

Rusa tersebut meminta waktu untuk menyusui kedua anaknya yang sedang kehausan. Rasulullah SAW kemudian menjadi jaminan bahwa rusa itu akan kembali setelah memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Kisah tersebut menggambarkan kasih sayang Rasulullah SAW yang tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk lainnya.

Menurut Ustaz Rijal, kisah tersebut bahkan menjadi salah satu peristiwa yang menggugah hati sang pemburu hingga akhirnya memeluk Islam.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Rijal juga mengisahkan ketika Siti Aisyah meminta doa kepada Rasulullah SAW. Doa yang dipanjatkan Nabi tersebut kemudian disebut sebagai salah satu doa yang selalu dipanjatkan untuk umatnya setiap selesai melaksanakan salat.

Pesan tersebut membawa jamaah pada gambaran tentang besarnya kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya.

Ustaz Rijal mengingatkan bahwa menjadi umat Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu kenikmatan besar yang diberikan Allah SWT. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah semestinya diwujudkan dengan mengikuti akhlak dan tuntunan beliau.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung Al Munawwarah pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah diharapkan dapat dibawa jamaah ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.(Dev/K-5) ‘

Iklan
Iklan