Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Usai Dipermalukan Vietnam 0-3, John Herdman Sebut Kerapatan Formasi Timnas Harus Diperbaiki

×

Usai Dipermalukan Vietnam 0-3, John Herdman Sebut Kerapatan Formasi Timnas Harus Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
IMG 20260804 WA0009 e1785802401697
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com –
Tim nasional Indonesia secara mengejutkan dipermalukan Vietnam 0-3 pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026) malam.

Akibat kekalahan itu, posisi Indonesia turun diperingkat ketiga klasemen sementara dengan poin 6 dari dua kali menang dan sekali kalah.

Kalimantan Post

Hasil ini posisi Indonesia berada diujung tanduk, karena dilaga terakhir melakukan pertandingan kandang melawan Singapura pada 7 Agustus.

Jika seri apalagi kalah, Indonesia akan tersingkir dalam perebutan tiket ke semifinal. Jadi, di laga melawan Singapura itu wajib menang.

Sebaliknya bagi Vietnam ini dengan kemenangan itu memuncaki klasemen Grup A dengan poin 7 dari dua kali menang dan sekali seri.

Singapura di posisi ketiga dengan 7 poin dari dua kali menang dan satu kali seri.

Terkait kekalahan atas Vietnam, tersebut, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia John Herdman menyebutkan kerapatan formasi tim asuhannya harus diperbaiki untuk menghadapi laga berikutnya pada fase grup Piala AFF 2026.

“Saya rasa bagi kami, kami harus tetap menjaga kerapatan formasi. Baik saat kami menyerang maupun bertahan. Formasi harus tetap rapat,” kata John Herdman dalam konferensi pers usai laga melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8) malam.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan evaluasinya terhadap permainan timnya setelah menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026.

Herdman menjelaskan selain kerapatan formasi, manajemen permainan juga harus secara lebih baik lagi yang dimulai dari pelatih, bukan dari pemain, dalam mengelola pertandingan.

Dalam pertandingan melawan Vietnam, kata dia, timnya ingin bermain menyerang, mengalirkan permainan ke lini depan atau pertahanan lawan.

Pihaknya tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik, meski strategi semacam itu membutuhkan keberanian serta memiliki risiko tersendiri.

Baca Juga :  Sebanyak 120 Pemain Ikuti Seleksi Pembentukan Tim Peseban Banjarmasin U-17

“Kami hanya harus mempelajari momen-momen yang tepat agar pertahanan kami rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan lebih baik,” katanya.

Herdman menambahkan bahwa kunci utama adalah manajemen permainan yang lebih baik dan transisi bertahan tim. Kedua aspek itu, kata dia, yang akan dibawa saat bertandang ke markas Singapura pada 7 Agustus mendatang.

“Kami harus tetap bersatu karena kami masih memiliki satu pertandingan lagi untuk dimainkan, dan itu adalah pertandingan yang besar,” katanya.

Kekalahan skuad Garuda dari Vietnam merupakan kekalahan pertama di fase grup setelah memetik dua kemenangan berturut-turut atas Kamboja (5-1) dan Timor Leste (3-0).

Selanjutnya, Indonesia akan melakoni laga terakhir di fase grup melawan Singapura yang menjadi laga krusial yang menentukan nasib untuk melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026. (Ant/ful/KPO-3)

Iklan
Iklan