Pelaihari, KP — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) melaksanakan kegiatan distribusi 10.000 masker serta bantuan medis bagi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan, pada Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).
Aksi tanggap darurat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM Politala tersebut ditujukan kepada para pengguna jalan serta masyarakat yang melintas di kawasan rawan paparan kabut asap, meliputi wilayah Liang Anggang, Bati-Bati, hingga jalur Landasan Ulin–Trisakti Banjarbaru.
Menteri Sosial Masyarakat BEM Politala, Nur Inayah, menjelaskan bahwa tingginya tingkat ancaman kabut asap di sepanjang jalur transportasi dan permukiman warga menjadi latar belakang utama penyelenggaraan inisiatif kepedulian lingkungan ini.
“Melalui kegiatan ini, BEM Politala berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla, khususnya guna meminimalisir risiko paparan gangguan kesehatan akibat asap,” ujar Nur Inayah.
Selain menjangkau para pengguna jalan, tim mahasiswa turut memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan tingkat pertama dengan menyerahkan bantuan berupa pasokan obat-obatan serta dua unit tabung oksigen medis kepada pihak Puskesmas Bati-Bati dan Puskesmas Kurau.
Bantuan tersebut diserahkan guna memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam mengantisipasi potensi lonjakan pasien penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring meningkatnya krisis kabut asap di Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya.
Nur Inayah menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral sivitas akademika Politala untuk senantiasa hadir dan mendampingi masyarakat di tengah situasi darurat ekologis.
“Di samping itu, aksi ini diharapkan mampu merealisasikan bentuk kepedulian nyata mahasiswa untuk senantiasa hadir, bergerak aktif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Nur Inayah.
Pelaksanaan aksi tanggap karhutla ini dapat terlaksana berkat adanya kolaborasi dan sinergi antara BEM Politala dengan berbagai lembaga sosial, di antaranya Galih Foundation, Kitabisa, serta jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG). (rzk/K-6)















