MARTAPURA, Kalimantan.com – Suasana duka mendalam menyelimuti Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Minggu (6/9/2026) sore. Ribuan jemaah dari berbagai kalangan memadati masjid untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menunaikan salat jenazah mantan Gubernur Kalimantan Selatan dan mantan Bupati Banjar dua periode, H Rudy Ariffin.
Menjelang pelaksanaan salat Ashar berjemaah, arus pelayat terus berdatangan dan memenuhi ruang utama hingga kawasan sekitar masjid. Kehadiran ribuan jemaah tersebut menjadi bukti besarnya penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap salah satu tokoh penting Banua tersebut.

Pantauan di lokasi, sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Di antaranya Bupati Banjar H Saidi Mansyur, sejumlah tokoh masyarakat, mantan Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor, putra almarhum Aditya Mufti Ariffin, anggota DPRD Kabupaten Banjar Fauzan Asniah, serta para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pejabat daerah.
Usai salat jenazah, Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengaku sangat kehilangan atas berpulangnya sosok yang pernah memimpin Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan tersebut.
Menurut Saidi, almarhum Rudy Ariffin merupakan figur pemimpin yang santun, ramah, serta memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat dan para ulama.
“Saya banyak belajar dari beliau. Hasil pembangunan yang beliau torehkan, serta kedekatan nyata beliau dengan para ulama, tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Banjar, menjadi warisan yang sangat berharga. Kami merasa sangat kehilangan,” ujar Saidi Mansyur.
Ia menambahkan, berbagai jasa dan pengabdian almarhum selama membangun Kabupaten Banjar maupun Kalimantan Selatan akan selalu dikenang masyarakat.
Termasuk di antaranya perhatian dan kontribusi almarhum terhadap pembangunan Masjid Agung Al-Karomah Martapura serta berbagai sarana peribadatan di Banua.
“Karakter almarhum yang tenang, santun dan penuh wibawa menjadi teladan bagi kami semua, khususnya jajaran pemerintahan daerah,” tandasnya.
Kepergian H Rudy Ariffin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Namun, dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjadi Bupati Banjar maupun Gubernur Kalimantan Selatan akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan Banua.(wan/KPO-1)















