Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

×

Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
IMG 20260906 WA0041 e1788686223862
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penumpukan calon penumpang terjadi karena adanya penutupan sementara seluruh aktifitas penerbangan akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, dan tercatat sebanyak 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dibatalkan (cancel), jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo. (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meluas hingga memicu penutupan sementara empat bandara utama di Banten, Jakarta, dan Lampung, akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, melaporkan penutupan bandara dilakukan sejak Minggu (1/9/2026) pagi guna menjamin keselamatan navigasi penerbangan.

Kalimantan Post

Empat fasilitas penerbangan yang menghentikan operasional sementara meliputi Bandara Soekarno-Hatta (ditutup 02.08-09.30 WIB), Bandara Halim Perdanakusuma (07.20-10.00 WIB), Bandara Radin Inten II Lampung (04.18-10.00 WIB), serta Bandara Budiarto Curug (06.48-09.30 WIB).

“Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik di ruang udara. Status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan kondisi meteorologi,” kata dia.

Berdasarkan pemantauan satelit Himawari dan VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik kini membumbung hingga ketinggian FL480 (14,6 kilometer di atas permukaan laut) dengan pergerakan dominan ke arah barat hingga barat daya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata dia, mencatat gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 mm berdurasi 21.600 detik (enam jam), disertai pancaran lava fountain dan suara gemuruh yang getarannya terasa hingga ke pesisir Banten, Lampung, bahkan Bandung.

Di daratan, Pusdalops BPBD Kabupaten Serang melaporkan hujan abu vulkanik telah melanda tujuh kecamatan meliputi Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang, serta wilayah pesisir Pandeglang seperti Carita dan Labuan.

“Masyarakat pengguna jasa penerbangan diharapkan memantau informasi terbaru dari operator bandara dan otoritas penerbangan sebelum melakukan perjalanan,” kata Berton. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  BNPB Sebut Pengungsi Gempa NTT Berkurang 4.142 Orang
Iklan
Iklan