Banjarmasin, KP – Digelarnya even Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2021 di Banjarmasin oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang dan usaha penyewaan permainan anak yang ada di kawasan Siring 0 Km dan Siring Menara Pandang.
Seperti diungkapkan Pak Sipin (61), yang membuka lapak permainan Odong-odong dan Mewarnai Gambar di media styrofoam di kawasan Siring 0 Km.
“Alhamdulillah, selama 3 hari even ini ada rezeki yang dibawa pulang. Kalau tiap minggu ada kegiatan seperti ini, pasti pedagang kecil seperti kami ini senang sekali,” ujarnya kepada Kalimantan Post, Minggu (24/10).
Wajar saja Pak Sipin merasa bahagia, bagaimana tidak, menurutnya, selama 2 tahun terakhir baru kali ini digelar even besar oleh pemerintah setempat.
“Tadi malam saja penuh di sini, saya sampai kewalahan melayani permintaan pengunjung yang datang membawa anak-anaknya bermain,” ucapnya sumringah.
Kondisi ini, lanjutnya, berbanding 180 derajat jika dibandingkan saat awal pandemi hingga diterapkannya PPKM level 4 di Banjarmasin.
“Sebelum ada even ini, susah cari uang. Pendapatan sering nihil. Jangankan bisa nyimpan uang, barang yang ada sampai terjual,” ucap warga Jalan Baru Piring, Banjarmasin Tengah ini.
Tarif sekali naik Odong-odong di tempat Pak Sipin cukup murah, hanya Rp5.000 dengan durasi 2 lagu. Sedangkan, untuk mewarnai gambar di styrofoam dihargai Rp15.000.
“Catnya kita sediakan, ada 6 warna. Modalnya lumayan besar, jadi harganya kita sesuaikan. Dan, gambarnya boleh dibawa pulang jika sudah selesai diwarnai,” bebernya.
Hal yang sama dirasakan, Iwan, yang membuka penyewaan mobil-mobilan dan skuter untuk anak-anak. Penghasilannya dalam sehari selama even berlangsung, dirasanya cukup memuaskan.
“Alhamdulillah, kalau ramai seperti ini bisa lebih dari sejuta pendapatan seharinya,” ungkap warga Sungai Lulut ini.
Untuk tarif sekali naik mobil-mobilan, Iwan membandrol Rp10.000, sementara skuter dan kuda-kudaan dikenai Rp 15.000.
Baik Pak Sipin maupun Iwan, berharap even seperti ini lebih sering lagi diadakan, agar perekonomian mereka tak lagi kembang kempis. Maklum, pendapatan mereka memang sangat tergantung dari banyaknya jumlah kunjungan wisatawan yang datang.
Gelaran even wisata budaya sendiri dimulai sejak 22 – 24 Oktober 2021 yang menyuguhkan berbagai seni budaya yang ada di Kalsel. Selain itu, ada pula bermacam-macam pertunjukan dan lomba yang diadakan panitia.
Seperti, atraksi acil jukung, water show laser, festival kuliner dan kopi. Lalu, ada lomba fashion carnaval dan pawai budaya, lomba jukung hias, lomba balap jukung, lomba Kampung Banjar, dan lain sebagainya.
Kegiatan ini cukup banyak menyedot pengunjung yang ingin menyaksikan dari dekat kemeriahan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2021.
Semua pelaksanaan kegiatan ini tak lepas dari turunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 2 yang diumumkan oleh pemerintah pusat. Sebelumnya, sekitar dua bulan lamanya, PPKM Kota Banjarmasin terus berada di level 4. (opq/K-1)















