Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Dewan Prihatin Meningkatnya Pengangguran Terbuka 

×

Dewan Prihatin Meningkatnya Pengangguran Terbuka 

Sebarkan artikel ini
hal10 1klmtaufik
Taufik Husin

DPRD Kota Banjarmasin prihatin dengan meningkatnya pengangguran terbuka, sehingga perlu dicarikan solusinya agar lulusan perguruan tinggi bisa terserap lapangan kerja.

BANJARMASIN, KP – DPRD Kota Banjarmasin prihatin dengan meningkatnya pengangguran, yang akan dihadapi Kota Banjarmasin ke depan, termasuk pengentasan kemiskinan.

Kalimantan Post

Walaupun tingkat pendidikan masyarakat bergelar sarjana tahun demi tahun terus meningkat drastis. Namun para intelektual ini belum tentu mendapatkan jaminan lapangan pekerjaan secara layak.

“Ini membutuhkan kesiapan Pemko Banjarmasin mengatasi persoalan tersebut. Salah satu program yang mungkin bisa dilaksanakan adalah dengan mengembangkan wirausaha produktif,” kata anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin Taufik Husin.

Kepada KP, Jumat (5/11), di tengah persaingan yang ketat, lulusan perguruan tinggi tak dapat lagi hanya mengandalkan ijazah untuk mencari kerja. Sebaliknya, harus memiliki kompetensi dan keterampilan kerja agar terserap pasar kerja dengan cepat.

Bahkan diprediksi, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lebih 10.000 ribu. Dari jumlah itu, sebagian besar pengangguran intelektual dengan status pendidikan sarjana.

Angka itu, jika diambil berdasarkan lulusan sarjana dari PTN maupun PTS sekitar 40.000 lebih sarjana setiap tahunnya.

“Sementara yang mendapatkan pekerjaan baik sektor formal maupun non formal diperkirakan berkisar 50 persen,” ujar anggota Fraksi PDIP.

Ia menilai, tingginya jumlah pengangguran terbuka terutama lulusan sarjana itu bukan berarti karena peluang kerja para sarjana tertutup, namun karena kesempatan dan peluang yang ada sangat kompetitif dan sangatlah terbatas.

Taufik Husin berpendapat, guna mempercepat penurunan angka pengangguran dan akan berdampak pada soal kemiskinan, Pemko harus punya sejumlah program dan kebijakan strategis. 

Seperti, perlunya informasi dan layanan ketenagakerjaan, peningkatan keterampilan dan kapasitas angkatan kerja, pengembangan UMKM dan kewirausahaan.

Ditambahkan, Pemko harus berusaha menekan pengangguran, termasuk pengangguran intelektual yang penyerapannya rendah, karena lapangan kerja tidak mampu menampung lulusan perguruan tinggi.

Baca Juga :  Yamin Ajak Remaja Bentengi Diri dengan Al-Qur’an di Tengah Ancaman Sosial

“Apalagi bagi mereka yang minim memiliki keahlian dan keterampilan kerja,” kata Taufik Husin.

Ketua Fraksi PDIP ini mencatat berdasarkan data disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel pada tahun 2020 lalu TPT mencapai 5 persen. 

“Pandemi Covid-19 pada 2021 diprediksi TPT mengalami kenaikan,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data BPS, pengangguran paling banyak terdapat di perkotaan, dimana TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. 

Sebelumnya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengakui, jika masalah pengangguran perlu dicarikan solusi, diantaranya memberikan bantuan dan kesempatan kepada warga untuk mengikuti program wirausaha baru (WUB)

Walikota mengemukakan, para pencari kerja di Kota Banjarmasin kebanyakan lulusan sarjana, baik lulusan D3 dan S1. Sedangkan, untuk lulusan SMA sederajat juga cukup lumayan banyak. (nid/K-7)

Iklan
Iklan