Rantau, KP – Upaya mengembangkan potesi pertanian dari hilirnya yang berkualitas dan berdaya saing, Bupati Tapin HM Arifin Arpan kunjungi Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Rabu (23/2/2022) kemarin di Jakarta.
Dalam kunjungan kerjanya, disambut Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi beserta jajarannya. Sementara Bupati Tapin didampingi Kepala Dinas Pertanian Wagimin dan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Menteri Pertanian RI dengan berdiskusi dan bertatap muka langsung menyampaikan tentang potensi pengembangan industri pengolahan karet dan jagung.
Bupati Tapin menyampaikan bahwa, pertanian padi dengan luas lahan 89.000 hektar. Kabupaten Tapin juga memiliki tanaman seperti jagung hibrida dan karet.
“Selain padi, di Tapin juga memiliki lahan jagung hibrida dan karet,“ jelasnya.
Dijelaskan Bupati, produksi jagung hibrida di daerahnya mencapai 4.864 ton pada tahun 2020, jumlah ini meningkat di tahun 2021 yakni 8.169 ton. Sedangkan untuk tanaman karet, produksinya di tahun 2020 sebanyak 7.201 ton. Jumlah ini juga meningkat di tahun 2021 yakni sebesar 8.138 ton.
“Peningkatan pengembangan jagung dan karet yang diikuti peningkatan produksi terutama pada tahun 2021 ini,“ ungkapnya.
Bersandar data itu, Bupati Tapin menilai perlunya adanya peningkatan teknologi bagi petani Tapin. Baik teknologi peningkatan produksi, pasca panen dan industri hilir produk pertanian.
“Para petani masih bergantung program bantuan pemerintah, karena masih banyak yang belum berani mengembangkan sendiri,” ucapnya.
Menanggapi permintaan Bupati Tapin, Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi langsung menyambut baik dengan meminta Pemerintah Kabupaten Tapin segera membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) atau BUMD yang bergerak di bidang pangan.
Melihat semangat Bupati Tapin dalam mengembangkan pertanian di daerahnya, tentunya pihaknya kementrian berkometmen mendukung Pertanian Tapin, namun Pemkab Tapin diharapkan segera membentuk Perusda atau BUMD yang bergerak dibidang pertanian.
“Dengan adanya Perushaaan Daerah berdiri bergerak bidang pertanian tentunya dapat menjawab permasalahan di sektor hilir industri pertanian dan mampu menyerap hasil pertanian,“ jelasnya.
Disamping itu pula Wamentan mengharapkan Pemda dapat menjalankan program One Company for One Local Government. Program kemitraan dengan suasta dalam pembentuka Perusda.
Selain itu, ia menambahkan, program yang dinamakan ‘One Company for One Local Government’ tersebut sudah mulai dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah, seperti di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dan juga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah ada beberapa program yang berusaha kita sinergikan. utamanya untuk membuat Kabupaten, Kota dan Provinsi se-Indonesia ini bisa menggeliat di tengah situasi Covid-19 ini, khususnya di sektor pangan,” tutupnya.
Selanjutkan usai pertemuan ini, Wakil Menteri Pertanian RI akan melakukan kunjungan balik ke Kabupaten Tapin untuk melihat pertanian di Kab Tapin sekaligus panen padi bersama, dijadwalkan pada bulan maret mendatang.
Pertemuan diakhiri dengan pemberian cendra mata dari Kabupaten Tapin sebuah miniator pembangunan tugu khas Tapin dan cabe rawit hiyung dalam bakul purun mini di terima langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI. (rel/abd/K-6)















