Banjarbaru, KP – Pemko Banjarbaru berkomitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya dengan penandatanganan komitmen bersama kader KB.
“Komitmen bersama ini sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Banjarbaru,” kata Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin pada penandatanganan komitmen bersama dalam rangka percepatan penurunan stunting sekaligus temu kader KB, Senin (14/3/2022), di Banjarbaru.
Selain itu, juga pelayanan KB gratis untuk masyarakat serta penyerahan kendaraan operasional roda dua untuk PLKB kecamatan di Kota Banjarbaru.
“Stunting atau kekurangan gizi pada anak saat ini merupakan salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi di Indonesia,” tambahnya, didampingi Wakil Walikota Wartono dan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah.
Apalagi BKKBN Kalsel menyampaikan, jika angka stunting di Kalsel 31 persen, masih dibawah rata-rata nasional 27,67 persen, dan Banjarbaru mencapai 19 persen.
“Jadi kita menargetkan pada 2023-2024 angka stunting di Banjarbaru bisa mencapai 14 persen,” tegas Aditya.
Aditya menghimbau kepada seluruh SKPD untuk bersinergi terkait program maupun program lintas SKPD dalam mengatasi pola asuh dan pola gizi yang dapat menyebabkan anak kurang tinggi ataupun gizi buruk jadi penanganan stunting itu dimulai dari keluarga dulu dari bapak dan ibunya, dimulai semenjak belum menikah lagi.
“Jadi pastikan lebih dulu bahwa gizi untuk melahirkan dan pertumbuhan anak ini dapat tercukupi secara baik,” tambahnya.
Untuk menurunkan angka stunting di Banjarbaru, Aditya mengatakan kepada masyarakat untuk membenahi gaya hidup, membenahi pola hidup.
“Yang paling penting adalah kita bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar semakin bisa kita turunkan stunting ini,” ujarnya.
Pada Temu Kader KB diserahkan lima unit sepeda motor, dan menyusul lima unit lagi untuk kader KB.
Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk saling bertukar informasi terhadap berbagai persoalan dan solusi bagi pembinaan masyarakat dalam rangka meningkatkan status kesehatan keluarga. (dev/K-3)















