Diketahui umumnya koperasi yang diusulkan dibubarkan itu karena pengurus maupun anggotanya, bahkan kantor koperasi bersangkutan sudah tidak ada lagi
BANJARMASIN, KP – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin mencatat hampir ratusan koperasi di kota ini yang tidak sehat, bahkan dinyatakan sudah tidak aktif lagi.
“Dalam tahun 2022 ini ada sebanyak 83 koperasi yang ada di Banjarmasin kita usulkan dibubarkan karena sudah tidak aktif lagi, ” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin M Isa Anshari.
Kepada {KP} saat berada di Kantor DPRD Kota Banjarmasin belum lama ini ia menjelaskan, pembubaran ke 83 koperasi itu sudah diusulkan melalui Kementerian Koperasi.
Diketahui umumnya koperasi yang diusulkan dibubarkan itu karena pengurus maupun anggotanya, bahkan kantor koperasi bersangkutan sudah tidak ada lagi.
Dijelaskan, sebelum diusulkan dibubarkan ke 83 koperasi itu telah diberikan pembinaan agar bisa bangkit lagi, namun karena sudah lama tidak aktif lagi akhirnya sulit berkembang.
” Demi untuk pemutakhiran data, maka terhadap koperasi yang tidak aktif ini lebih baik diusulkan dibubarkan saja,”‘ tandasnya.
Isa Anshari menyebutkan, koperasi yang kurang aktif, bahkan tidak aktif lagi, kebanyakan bergerak di bidang simpan pinjam.
Isa mengakui, tidak semua koperasi di daerah ini tidak berjalan dengan baik. Hal ini ujarnya dibuktikan dari 550 koperasi yang terdata di Kota Banjarmasin sekitar 300 lebih masih aktif.
“Dengan demikian masih banyak koperasi di kota ini yang boleh dikatakan berhasil,”,ujarnya.
Ditandaskannya, Pemko Banjarmasin menaruh perhatian besar agar seluruh koperasi di kota ini dalam menjalankan usahanya dapat berjalan dan berkembang dengan baik untuk kesejahteraan anggotanya. (nid/K-3)















