Semarang, KP – Komisi II DPRD Kalsel terus berupaya membantu peningkatan pendapatan daerah, agar bisa mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Jadi kita terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah, agar bisa membangun banua dan masyarakat,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, HM Iqbal Yudiannoor, Senin (20/6).
Untuk itu, Komisi II melakukan studi komparasi dan menambah wawasan untuk menggali potensi pendapatan daerah yang bisa dikembangkan di Kalsel, seperti halnya studi komparasi ke Jawa Tengah.
“Kita turut berupaya mencarikan sumber pendapatan daerah,” tambah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) usai kunjungan ke Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jawa Tengah.
Iqbal Yudiannoor mengungkapkan, BPPD Jawa Tengah memiliki beberapa hal yang digali terkait upaya yang mereka lakukan dalam meningkatkan pendapatan pajak daerah.
Selain itu, langkah-langkah inovasi apa saja yang mereka lakukan menjaga kecenderungan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang hampir stabil tiap tahun, kecuali pada 2020 mungkin karena pandemi Covid-19.
“Kita mempertanyakan bagaimana pengelolaan piutang PKB, dan hal apa saja yang mereka lakukan di lapangan,” ujar Iqbal Yudiannoor.
Selain itu, juga mempertanyakan bagaimana pencatatan atau penghitungan piutang PKB yang timbul dari tunggakan dan data ganda.
Kemudian juga menyangkut langkah apa saja yang mereka lakukan dalam upaya peningkatan pajak air permukaan (PAP), dan apakah ada pengaturan teknis
“Kemudian bagaimana penentuan nilai perhitungannya PAP,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Sebelumnya Komisi II studi komparasi dengan tujuan yang sama ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 16-18 Juni lalu, untuk menggali potensi pendapatan daerah. (lyn/K-1)















