Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Ada Laporan Oprit Geilya Dulu, Baru Diperbaiki

×

Ada Laporan Oprit Geilya Dulu, Baru Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 KLm Oprit Gerilya
BANYAK KORBAN- Inilah oprit Jembatan Gerilya yang baru-baru ini dikeluhkan warga akibat kondisinya yang dianggap warga terlalu tinggi dan sudah mulai terjadi penurunan. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Kondisi oprit Jembatan Gerilya baru-baru ini viral di media sosial akibat kondisinya yang sudah menurun dan ada patahan di bagian sisi kiri dan kanan oprit jembatan ramai dikeluhkan warga.

Pasalnya, berdasarkan pengakuan warga sekitar, kondisi oprit yang rusak tersebut sangat sering membuat puluhan pengendara jatuh dan tersungkur ketika menuruni jembatan.

Kalimantan Post

Tati, salah satu pemilik kios yang lokasinya tepat berhadapan dengan Jembatan Gerilya itu menceritakan, setiap kali hujan, pasti ada pengendara yang jatuh.

“Mungkin orang yang jatuh itu merasa kaget ketika menuruni jembatan tapi ada bagian jembatan yang sangat renggang. Seperti menabrak lobang,” ucap Tati saat dibincangi Kalimantan Post.

Tidak hanya itu, berdasarkan pengakuan setiap pengendara motor yang jatuh itu, mereka tidak bisa mengendalikan motornya ketika menuruni jembatan.

“Rata-rata mereka tergelincir atau selip ban depannya waktu turunan. Katanya posisinya yang terlalu miring dan ditambah kondisi jalan yang licin,” ungkapnya.

Warga yang jadi korban akibat kondisi jembatan itu pun tak sedikit, Tati memperkirakan, jika ditotal sudah puluhan pengendara yang jatuh sejak pertama kali oprit jembatan itu mulai menurun.

“Kalau dihitung-hitung, kira-kira dalam empat bulan terakhir sudah puluhan orang yang jadi korban. Bahkan ada yang giginya patah dan bibirnya robek akibat tersungkur di atas aspal,” bebernya.

“Alat pembatas (barier) di jembatan itu baru saja di letakan di sana. Itu pun setelah ada orang yang memakai pakaian finas (ASN) yang juga jatuh ketika menuruni jembatan. Kemudian orang itu langsung mengambil foto jembatan,” tambahnya.

“Tidak lama setelah itu ada petugas datang untuk menaruh pembatas jalan. Mungkin fungsinya agar pengendara lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPW Partai Ummat Kalsel Bantu 27 Jiwa Korban Kebakaran di Alalak Tengah

Sayangnya. Barier yang diletakan di sisi jembatan sebelah Jalan Kelayan A itu masih kurang efektif. Pasalnya meski barier itu sudah ada, oprit jembatan yang dianggap warga tersebut masih saja membuat pemotor jatuh.

“Pokoknya setiap kali hujan pasti ada pengendara motor yang jatuh,” tukasnya.

Benar saja, saat Kalimantan Post memantau ke lokasi pada Senin (7/11) siang, barier tersebut masih ada dan bagian jembatan yang menurun itu sudah diperbaiki dengan pelapisan aspal.Bagian penghubung oprit dan badan jembatan yang sudah berjarak pun sudah ditutupi dengan cairan aspal.

Tati menceritakan, perbaikan tersebut baru dilakukan petugas dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pada pagi nya.

“Mungkin akibat video keluhan warga yang mengeluhkan kondisi jembatan di medsos itu viral. Makanya fiperbaiki,” tandasnya

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Dedy Hamdhani mengakui bahwa keluhan warga tersebut memang benar adanya.

“Laporan itu masuk hari Sabtu. Karena kemarin libur jadi baru bisa kita tangani pada Senin Pagi tadi,” ucapnya saat ditemui awak media.

Karena itulah pihaknya langsung melakukan penanganan dengan melakukan pelapisan aspal di bagian oprit jembatan.

Ia menyebut, penyebab kerusakan di bagian oprit tersebut masih sama dengan jembatan-jembatan lain. Yakni kondisi tanah yang sangat rawan dengan pergerakan tanah.

“Tanah di Banjarmasin ini kan jenisnya rawa yang labil dan sangat gampang terpengaruh dengan pasang surut air,” jelasnya.

“Apalagi intensitas fase pasang surut air di daerah sana (kawasan Kelayan) sangat tinggi, sehingga tanah di bagian sekitar jembatan masih ada terjadi konsolidasi di bawah bagian oprit,” tambahnya.

Ia menekankan. Bahwa yang rusak ini bukan struktur atau bagian badan jembatan. Namun hanya bagian oprit atau yang biasa disebut dengan jalan pendekatnya saja yang mengalami penurunan. Lantas, apakah penanganannya hanya dengan melapis aspal saja?

Baca Juga :  Sekolah Swasta Kian Diminati, Sekolah Negeri Mulai Kehilangan Peminat

Terkait hal itu, Dedy mengakui, tidak menutup kemungkinan kondisi serupa akan kembali terjadi di bagian opritnya.

“Jika terjadi penurunan lagi, maka akan kita lapis lagi bagian aspalnya. Dan sekarang sudah kita lakukan itu pada bagian-bagian yang mengalami penurunan,” ujarnya.

“Insyaa Allah jembatan di sana (Jembatan Gerilya) sudah aman,” tambahnya.

Dedy mengaku, dalam anggaran perubahan saat ini, pihaknya sudah memiliki anggaran untuk penanganan pada seluruh oprit jembatan yang ada di Kota Banjarmasin yang posisinya kurang nyaman misalnya.

“Anggaran untuk tahun ini, tapi tidak sekaligus semua tapi kita lihat yang agak parah kondisinya langsung kita lapis,” tuntasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan