Banjarbaru, KP – Pertumbuhan ekonomi berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
di Kalsel ditargetkan naik hingga 3,95 persen tahun 2024.
Diungkapkan Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Kalsel, Mahrita Yanuarty, banyak hal yang harus dilakukan pada sektor tersebut.
Seperti meningkatkan hasil produktivitas komoditi hasil pertanian.
Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di daerah Kalsel sendiri dan juga untuk mendukung kebutuhan industri baik industri
kecil dan menengah yang menggunakan komoditas pertanian tersebut.
“Mulai perkebunan, peternakan, perikanan, pangan dan hortikultura itu masuk sektor pertanian,” ujarnya, dikutip website Pemrov Kalsel,
Rabu (2/8).
Kemudian, menurut Mahrita, ada beberapa target indikator di masing-masing subsektor. Misalnya pada tanaman pangan. Hasil produksi padi
tahun 2024 ditarget sebesar 1,2 juta ton.
“Bawang dan cabai rawit juga ingin kita kembangkan. Karena pada beberapa kali penghitungan inflasi disebut menjadi salah satu faktor
pendorong inflasi,” ungkapnya.
Selain hasil produksi, menurut Mahrita, nilai tambahnya juga harus lebih diperkuat. Artinya distribusi tidak boleh dalam bentuk bahan
mentah, melainkan sudah harus menjadi suatu produk olahan.
“Jadi nilai jualnya bisa tinggi. Dan tentu berpengaruh besar terhadap PDRB nanti,” jelasnya.
Laju pertumbuhan ekonomi Kalsel sendiri, saat ini sudah membaik dibanding masa pandemi 2021 lalu. Dari data BPS, besaran PDRB Kalsel
Triwulan I-2023 mencapai Rp 63,58 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 34,74 triliun.
Struktur PDRB Kalsel menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2023 masih didominasi pertambangan dan penggalian
sebesar 31,87 persen, diikuti industri pengolahan (11,19 persen), lalu pertanian, kehutanan, dan perikanan (9,91 persen). (Opq/K-1)















