Banjarmasin,KP – Belum turunnya hujan hampir semua daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) ditengah musim kemarau saat ini. tak pelak
membuat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus berlangsung.
Sementara akibat karhutla itu sangat berdampak menjadikan udara hampir di semua daerah di Kalsel dalam beberapa bulan terakhir tak
terkecuali di kota Banjarmasin diselimuti kabut asap.
Dari pantauan {KP} Senin (2/10/2023) kabut asap dirasakan semakin tebal menyelimuti ruas jalan, sehingga masyarakat diingatkan
ekstra hati- hati saat berkendaraan lantaran jarak pandang terbatas hanya beberapa meter.
Tebalnya kabut asap disertai bau cukup menyengat ini terutama terjadi pada malam dan pagi hari.
Kondisi udara yang diselimuti kabut asap tebal akibat karhutla ini diperkirakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota
Banjarmasin sudah melebihi ambang batas.
Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menilai pencemaran udara akibat asap kebakaran lahan dan hutan saat ini
dikategorikan sudah berbahaya bagi kesehatan.
Guna menghindari dampaknya warga dihimbau untuk menjaga kesehatan serta melindungi anak-anak kita dengan tidak terlalu sering
keluar rumah.
” Terkecuali ada keperluan penting itu pun harus memakai masker untuk melindungi diri kita dari paparan kabut asap,” himbau Kepala
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love.
Menurutnya kabut asap baru akan jauh berkurang apabila hujan, apalagi turun hujan sangat lebat dengan intensitas cukup tinggi.
” Mari kita berdoa semoga hujan lebat cepat turun agar kabut kabut asap akibat karhutla ini cepat berakhir,” ujarnya. (nid/K-3)















