Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Hujan Buatan Kembali Dilaksankan

×

Hujan Buatan Kembali Dilaksankan

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Teknologi modifikasi cuaca (TMC) agar terjadi hujan kembali dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Kamis (5/10). Sesuai prediksi BMKG, potensi awan yang bisa menyebabkan hujan terjadi antara tanggal 5 dan 6 Oktober.

“Hari ini (kemarin,red) mulai kita lakukan sampai tanggal 8 Oktober nanti,” ujar Kapten Achmad Nur Wahyudi ketika dikonfirmasi, Kamis kemarin.

Kalimantan Post

Disebutkan Wahyudi, TMC BNPB menggunakan pesawat Cessna C208B/PK-SNS yang dilakukan oleh crew Capt.Rizky/Baskoro dibantu M Taupik dan Dio sebagai penabur garam atau NaCL sebanyak 1000 kilogram.

Area yang ditabur yakni Radial 360-90 DME 0-60NM yang meliputi Kabupaten Banjar, Banjar Baru, Tapin, dan Tanah Bambu.

Dilanjutkan penerbangan kedua dengan berat bahan yang sama ditabur pada wilayah yakni Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sugai Utara, dan Tabalong.

Tercatata luasan hutan dan lahan yang terbakar sudah mencapai 24 ribu hektare. Jauh dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 429 hektare hutan dan lahan yang terbakar.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, mendesak kabupaten/kota yang mengalami Karjutla segera menaikkan status dari siaga menjadi tanggap darurat.

“Status tanggap darurat saya minta beberapa kabupaten sudah mendeklarasikan tanggap darurat supaya provinsi bisa mengeluarkan status tanggap darurat juga,” ujarnya, Selasa (3/10) saat berada di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru.

Menurut Alue, ia sudah menelepon Walikota Banjarbaru terkait hal itu. Ia meminta walikota segera rapat dengan forkopimda Banjarbaru menyikapi status karhutla. “Begitu juga Tanahlaut dan juga kabupaten Batola dan Banjar. Mudah-mudahan karena syaratnya minimal 2 kabupaten kota yang menetapkan baru provinsi bisa menetapkan status tanggap darurat,” katanya.

Menurut Alue jika sudah tanggap darurat maka semua sumber daya bisa digunakan. Baik itu personel, peralatan, hingga pendanaan bisa dikeroyok.

Baca Juga :  Semenjak Parwira Menengah Mengabdi di Kalsel, Ditugaskan Kembali Meraih Bintang

“Kondisinya sudah emergency. Yang kita tangani kondisi kedaruratan tidak bisa lagi pendekatan biasa,” ucapnya(mns/K-2) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali meluncurkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di beberapa wilayah Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (05/10/2023).

“Hari ini, kami telah memulai operasi ini yang dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober mendatang,” ungkap Kapten Achmad Nur Wahyudi saat diwawancara pada Kamis kemarin.

Modifikasi cuaca ini dilakukan sesuai dengan permintaan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, atau yang akrab disapa Paman Birin, guna memadamkan titik api (hotspot) yang masih ada dengan cepat, menggunakan berbagai metode, termasuk pemadam langsung, waterbombing, dan TMC atau hujan buatan.

Achmad Nur Wahyudi menjelaskan bahwa TMC BNPB melibatkan pesawat Cessna C208B/PK-SNS yang diterbangkan oleh awak pesawat Capt. Rizky/Baskoro, dengan bantuan M. Taupik dan Dio sebagai penabur garam (NaCl) sebanyak 1000 kilogram.

Wilayah yang menerima hujan buatan meliputi Radial 360-90 DME 0-60NM, mencakup Kabupaten Banjar, Banjar Baru, Tapin, dan Tanah Bambu.

Penerbangan kedua akan dilakukan dengan jumlah bahan yang sama, yang akan ditaburkan di wilayah Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong.

Provinsi Kalimantan Selatan mendapat perhatian khusus terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah lokasi, terutama di tiga daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yaitu Banjarbaru, Banjar, dan Tanah Laut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian khusus dengan menyediakan bantuan modifikasi cuaca atau hujan buatan yang dijadwalkan untuk tiga kali pelaksanaan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengumumkan hal ini saat memimpin rapat koordinasi di Aula Idham Khalid Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bupati Tala Anggap Bank Kalsel Sebagai Jantung yang Memompa Harapan Bagi Setiap Jengkal Tanah Banua

Gubernur Paman Birin menyebutkan bahwa sejak awal tahun 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah aktif melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengatasi masalah serius yang timbul selama musim kemarau, seperti Karhutla dan kekeringan.

Upaya ini meliputi pembukaan pintu air, pengaliran air melalui kanal-kanal yang sudah ada, serta pembuatan kanal baru dengan bantuan alat berat untuk membasahi lahan-lahan yang berpotensi menjadi titik api.

Sementara itu, upaya pembasahan lahan untuk memadamkan titik api terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang bekerja sama dengan TNI/Polri, Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kota Banjarbaru, serta Pemerintah Kota Banjarmasin. Upaya ini dikoordinasikan dalam beberapa titik/posko yang penanggung jawabnya telah ditetapkan. (adpim/Lenka)

Iklan
Iklan