Banjarmasin, KalimantanPost.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan menilai sektor jasa keuangan Provinsi Kalimantan Selatan posisi Oktober 2023 terjaga stabil didukung oleh pertumbuhan di sektor Perbankan, IKNB, dan Pasar Modal.
Perekonomian di Kalimantan Selatan tumbuh positif pada triwulan III 2023 sebesar 4,57 persen year-on-year, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan
dan Nasional yaitu masing-masing tumbuh sebesar 4,83 persen dan 4,94 persen.
Perkembangan Industri Perbankan Kalsel PDRB TW III 2023 Menurut Harga Konstan: 38,55 Miliar (14,89%) Sektor Perbankan di Kalimantan Selatan tumbuh dengan rincian nilai Aset, DPK, dan Kredit 12,01 persen, 9,68 persen, dan 5,76 persen secara year-on-year dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 74,09 persen dan Non-Performing Loan (NPL) net maupun gross masing-masing 1,00 persen dan 2,57 persen. Sementara secara year-to-date, peningkatan Aset, DPK, dan Kredit 5,04 persen, 7,67 persen, dan 7,05 persen.
Hal ini berarti perbankan masih memiliki ruang penyaluran kredit dengan tetap menjaga kualitas kredit.
Untuk sektor perbankan syariah, nilai Aset, DPK, dan Kredit tumbuh 8,85 persen, 7,71 persen dan 13,66 persen dengan LDR 86,94 persen dan NPL net maupun gross masing-masing 0,77 persen.
Sektor Pertanian merupakan sektor usaha yang memiliki kontribusi terbesar pada Oktober 2023 di Kalimantan berdasarkan lokasi proyek.
Sedangkan komoditas unggulan sekaligus penopang ekonomi Kalimantan yaitu Pertambangan dan penggalian masuk dalam 6 sektor terbesar penyaluran kredit
berdasarkan lokasi proyek yang disalurkan melalui perbankan yang berkantor pusat di wilayah selain Kalimantan (Kredit Korporasi).
Penyaluran kredit UMKM se-Kalimantan periode Oktober 2023 sebesar Rp97,86 triliun atau 6,83 persen dari total penyaluran UMKM secara nasional.
Sementara itu, penyaluran kredit UMKM di Kalimantan Selatan sebesar Rp22,04 triliun atau 22,52 persen dari total penyaluran kredit UMKM se-Kalimantan.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit UMKM di Kalimantan Selatan disalurkan ke sektor Transportasi dengan porsi 38,04 persen, diikuti dengan sektor Industri Pengolahan dengan porsi 33,72 persen dan sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 29,42 persen.
Sementara itu, kinerja BPR/S juga menunjukkan angka positif yang tercermin dari Aset, DPK, dan Kredit tumbuh 66,91 persen, 100,34 persen, dan 73,90 persen.
Penyaluran pembiayaan dari perusahaan pembiayaan posisi Oktober 2023 bertumbuh sebesar 19,30 persen year-on-year dengan total penyaluran sebesar Rp11,3
triliun dan meningkat 15,43 persen secara year-to-date dengan total penyaluran Rp9,8 triliun.
Penyaluran tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan masih diduduki oleh jenis kegiatan usaha Investasi yaitu sebesar Rp5,6 triliun atau sebesar 50,26 persen.
Multiguna dan Modal Kerja secara berturut-turut sebanyak Rp4,245 triliun dan Rp921 miliar. NPF masih terjaga di bawah threshold yaitu sebesar 1,25 persen.
Berdasarkan sektor Ekonomi, penyaluran pembiayaan terbesar pada Perdagangan Besar dan Eceran sebanyak Rp1,890 triliun, kemudian diikuti oleh Aktivitas
Penyewaan sebanyak Rp938 miliar, lalu Pengangkutan dan Pergudangan sebanyak Rp755 miliar. (Nau/K-1)















