BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Lini belakang Barito Putera hingga pekan ketujuh Championship 2025/2026 dianggap paling terkokoh akan diuji ketangguhannya saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Demang Lehman Martapura di hari Minggu (2/11/2025) dan pekan berikutnya melawan PSS Sleman pada Sabtu (8/11).
Diantara dua tim ini, ujian paling berat ketangguhan duet center back Barito Putera Renan Alves – Fabiano Beltrame serta kiper M Ridho akan datang dari striker PSS Sleman, Gustavo Tocantins.
Mantan striker Barito Putera ini hingga laga pekan ke-7 menjadi pemain paling subur dalam urusan mencetak gol d Championship dengan mencetak delapan gol dari tujuh pertandingannya bersama PSS serta menyumbang enam assist.
Lalu di kubu Persiba Balikpapan juga punya striker asal Jepang Takumu Nishihara yang sudah membobol gawang lawan sebanyak lima gol dan berada diurutan kedua tersubur.
Tim berjuluk Laskar Antasari sendiri hingga pekan ketujuh baru kebobolan dua gol, yang terjadi saat melawan Persipura Jayapura dan Persela Lamongan pada dua pekan terakhir.
Kebobolan yang hanya dua digit gol, merupakan jumlah yang sangat sedikit, bahkan lebih sedikit daripada pemuncak Klasemen Grup 1 Pegadaian Championship musim ini, Garudayaksa FC, dan Grup 2, PSS Sleman.
Tim berjuluk Ksatria Garuda yang menguasai Grup 1 dengan mengemas 17 poin, dijebol hingga empat kali dan mencetak 17 gol. Serta, Super Elang Jawa sudah kebobolan lima kali dan mencetak 18 gol.
Pelatih Barito Putera Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues mengapresiasi hasil kerja keras anak asuhnya yang membuat pertahanan masih terkukuh hingga pekan ini. Dia menerangkan, kekuatan tersebut berkat perbaikan yang dilakukan pada awal musim ini.
“Bagus, kami sudah perbaiki lini belakang dari liga kemarin. Ini hanya sedikit kebobolan, tentu sangat penting. Kami punya kans untuk menang di pertandingan,” ucap pelatih yang familiar dengan sapaan Teco ini dikutip dari laman ILeague, Rabu (29/10/2025).
Pelatih yang membawa Persija Jakarta juara liga ini menerangkan, dua gol yang bersarang di gawang M Ridho Djazulie bukan sebagai gambaran mulai rapuhnya pertahanan Barito Putera. Namun, kualitas dari eksekutor Persipura dan Persela yang bagus.
“Iya dua gol ini, dia bisa tendang dari luar area. Kami tidak cegah dengan bagus. Kemudian gol dari Persipura, dia tendang, kami juga harus tahu kualitas dari pemain dari Persipura, ya sangat bagus juga. Bukan kami yang kurang, dia punya kualitas bagus,” tambahnya.
Pelatih berusia 51 tahun ini bertekad untuk kembali menambal kebocoran pada dua pekan terakhir, hingga kembali clean sheet pada masa persiapan ini. Dia akan coba buktikan pada pekan ke-8, saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Demang Lehman, Martapura, Minggu (2/11/2025).
Sementara itu, calon lawan Barito Putera yakni Persiba Balikpapan meraih clean sheet pertama di Championship pada pekan ke-7. Keberhasilan tersebut saat Beruang Madu membantai Persiku Kudus 3-0 di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (26/10).
Pelatih Persiba Balikpapan Nasuha memandang, anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Dia meminta agar Abdul Rahman dan kolega bisa bermain disiplin, terutama pemain belakang agar tidak memungut bola dari gawang sendiri.
Pelatih berusia 41 tahun ini berharap, clean sheet tersebut menjadi awal kebangkitan kekuatan lini pertahanan dari Persiba Balikpapan, yang pada enam laga sebelumnya selalu kebobolan. Tim ini telah kemasukan total 11 gol.
Belasan bola yang bersarang di gawang Persiba Balikpapan itu dari pemain PSS Sleman (2 gol), Persipal FC (2 gol), PSIS Semarang (1 gol), Kendal Tornado FC (2 gol), Persela Lamongan (3 gol), dan Persipura Jayapura (1 gol).
“Tentu saja malam itu, kami instruksikan di dalam pertandingan bahwa untuk semua pemain, khususnya pemain belakang kami supaya disiplin, supaya kami tidak kebobolan lagi di pertandingan berikutnya,” kata Nasuha.
Kendati memuji lini pertahanan, pelatih yang pernah bermain untuk Timnas Indonesia ini tetap mengambil kesimpulan kemenangan besar dan clean sheet pertama itu merupakan kerja keras dan kekompakan semua pemain di lapangan hijau. (ful/KPO-3)















