Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pemerintah Kota Banjarmasin Turun Langsung Normalisasi Sungai Guring

×

Pemerintah Kota Banjarmasin Turun Langsung Normalisasi Sungai Guring

Sebarkan artikel ini
IMG 20260126 WA0034 scaled e1769428409565
GOTONG ROYONG - Pemko Banjarmasin menggelar aksi gotong royong membersihkan Sungai Guring, Senin (26/1/2026). (Kalimantanpost/Repro Humas Banjarmasin)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sungai Guring selama bertahun-tahun menjadi potret bagaimana pertumbuhan kota tidak selalu sejalan dengan daya dukung lingkungan.

Aliran air yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan justru menyempit akibat bangunan, dipenuhi sampah, dan kerap memicu genangan ketika hujan turun.

Kalimantan Post

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin untuk turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah nyata. Sungai yang dulunya menjadi jalur kehidupan kini harus dikembalikan fungsinya agar tidak terus menjadi sumber persoalan lingkungan.

Hal ini direalisasikan Pemko Banjarmasin, Senin (26/1/2026) pagi dengan menggelar aksi gotong royong pembersihan Sungai Guring di kawasan Jalan Prona 3 Lokasi II, yan dipimpin Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR.

Kegiatan juga dihadiri Wakil Wali Kota Hj. Ananda, serta melibatkan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), aparatur kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat setempat yang ikut turun membersihkan aliran sungai.

Aksi tersebut tidak hanya sebatas kerja bakti. Pemko juga melakukan pembongkaran bangunan milik pemerintah yang berdiri di atas badan sungai sebagai bentuk keteladanan dan komitmen menata lingkungan dari internal.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan, sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

“Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat kita, kalau sungai dibiarkan rusak, dampaknya bukan hanya hari ini, tapi juga masa depan anak cucu kita, karena itu sungai harus kita jaga bersama,” tegas Yamin.

Ia menambahkan, pembersihan Sungai Guring merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembalikan identitas Banjarmasin sebagai kota seribu sungai yang bersih dan tertata.

Menurutnya, sungai tidak boleh lagi dipandang sebagai bagian belakang permukiman, melainkan sebagai ruang hidup yang menentukan kualitas lingkungan dan kenyamanan kota.

Baca Juga :  Nasdem Peduli Salurkan 2.000 Paket Sembako Warga Terdampak Banjir

Yamin juga menyoroti masih banyaknya bangunan yang berdiri di atas badan sungai. Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan aliran air.

“Nyaman bagi satu rumah, tapi berdampak bagi satu kota, ini yang harus kita sadari bersama, karena itu kami mengajak masyarakat menaati aturan sempadan sungai demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yamin juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila aktivitas sehari-hari sedikit terganggu selama kegiatan berlangsung. Namun ia mengapresiasi dukungan RT, RW, dan masyarakat yang terlibat aktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa Sungai Guring termasuk salah satu titik prioritas karena banyaknya sumbatan dan penyempitan aliran.

“Hari ini kita bekerja bersama, ada PUPR, Damkar, BPBD, Satpol PP, Dishub, serta unsur kelurahan dan kecamatan, kita angkat sumbatan dan membuka aliran agar kapasitas sungai kembali optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif terhadap warga yang bangunannya berada di atas badan sungai.

“Masih tahap sosialisasi, warga diberi pemahaman dan waktu untuk membongkar secara mandiri, tujuannya agar normalisasi sungai bisa berjalan tanpa konflik,” katanya.

Dari sisi warga, langkah pemerintah mendapat sambutan positif. Ketua RT 25, Abdul Rasyid, mengaku kehadiran langsung Wali Kota dan jajaran SKPD memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

“Kami merasa diperhatikan. Jarang sekali kegiatan seperti ini, semua turun langsung, harapan kami ke depan banjir bisa berkurang dan lingkungan lebih tertata,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal perubahan pola hidup masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan sungai dan tidak lagi mendirikan bangunan di atas aliran air.

Baca Juga :  Wawali Ananda Minta Camat dan Lurah Tertibkan Bangunan Langgar Sempadan Sungai

Aksi gotong royong di Sungai Guring mencerminkan perubahan pendekatan pembangunan Kota Banjarmasin, dari yang bersifat reaktif menjadi lebih preventif dan kolaboratif. Pemerintah tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa sungai adalah aset bersama yang harus dijaga demi keberlanjutan kota. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan