BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mencatat capaian membanggakan melalui Nur Kemala Hayati, mahasiswi Fakultas Hukum, yang terpilih sebagai Galuh Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 dalam ajang Nanang Galuh Kebudayaan tingkat provinsi.
Prestasi ini menegaskan kontribusi mahasiswa ULM dalam pelestarian budaya daerah sekaligus menunjukkan kapasitas generasi muda dalam membawa nilai-nilai budaya ke ruang publik yang lebih luas.
Nur Kemala Hayati mengatakan, capaian ini merupakan pengalaman pertamanya di ajang pageant budaya.
Tanpa latar belakang keluarga di bidang budaya maupun pageant, ia menghadapi proses seleksi dengan persiapan yang relatif singkat, yakni sekitar 14 hari untuk seleksi internal Kota Banjarmasin.
“Ini menjadi tantangan besar bagi saya, karena persaingan sangat ketat dari 13 kabupaten/kota yang mengirimkan putra-putri terbaiknya,” kata Aya, panggilan akrab Nur Kemala Hayati, belum lama ini.
Namun dukungan dari keluarga, teman, bahkan dosen hingga Dekan Fakultas Hukum ULM memberikan semangat luar biasa untuk melangkah.
Sebagai Delegasi 1 Kota Banjarmasin, Nur Kemala Hayati mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung selama empat hari, mulai dari technical meeting, karantina, hingga grand final yang diselenggarakan pada Desember lalu.
Dalam proses tersebut, peserta diuji pada aspek pengetahuan kebudayaan, kepribadian, kemampuan berpikir kritis, serta performa bakat. Pada sesi jelajah banua, peserta ditantang untuk menjelaskan ragam kebudayaan di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, sementara pada motion challenge perempuan yang kerap disapa Aya ini berhasil masuk empat besar dan memenangkan tantangan argumentasi.
Tahapan berikutnya berupa deep interview terkait dedikasi terhadap visi Nanang Galuh Kebudayaan Kalsel yang berlandaskan nilai baadat, babudaya, dan religius, serta malam bakat yang menampilkan pertunjukan Mamanda bersama Nanang Rafiqi.
Seluruh rangkaian ini berpuncak pada grand final yang berjalan lancar, di mana Delegasi 1 Kota Banjarmasin berhasil meraih predikat dan peringkat membanggakan di tingkat provinsi.
Setelah terpilih sebagai Galuh Kebudayaan Kalsel, Nur Kemala Hayati aktif menggagas berbagai program kreatif bersama Nanang dan rekan-rekan seangkatannya, seperti kegiatan Banjar Bernyanyi Bareng yang merupakan gerakan penggalangan dana bagi korban banjir di Kalimantan dan Sumatra.
Ke depan, program Nanang Galuh Kebudayaan Kalsel Goes to School dirancang untuk memberikan edukasi kebudayaan kepada generasi muda di sekolah-sekolah.
Program unggulan yang diinisiasi secara personal adalah “Aya Bakisah (Banjar Kini dan Sejarah)”, sebuah program literasi budaya berbasis konten digital yang dikemas secara engaging dan relevan bagi generasi Z.
Melalui media sosial, Aya memperkenalkan budaya Banjar secara ringan dan kreatif, mulai dari penggunaan kain wastra atau sasirangan dalam gaya modern hingga filosofi atribut busana adat Galuh seperti kambang goyang dan perhiasan tradisional.
“Saya ingin anak muda merasa bahwa budaya itu dekat, relevan, dan tidak kaku. Lewat konten yang soft selling dan menarik, mereka bisa mengenal dulu, lalu mencintai budaya Banjar,” tuturnya.
Capaian ini mencerminkan komitmen ULM dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan potensi mahasiswa secara holistik, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pada ranah budaya, kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat.
ULM terus memberikan ruang dan apresiasi bagi mahasiswa yang berprestasi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pelestarian identitas daerah.
Ke depan, ULM berkomitmen untuk terus menguatkan pembinaan, fasilitasi, dan ekosistem prestasi mahasiswa agar semakin banyak talenta muda yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Prestasi Nur Kemala Hayati diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa ULM lainnya untuk berani berkontribusi, berinovasi, dan menjadi duta budaya yang adaptif di era digital. (adv/lyn/KPO-4)















