Balangan, KP – Di antara yang membuat Ramadan menjadi bulan mulia nan istimewa, karena di bulan ini, Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. Peristiwa turunnya Surah Al-Alaq ini, kemudian diperingati sebagai Nuzulul Quran, turunnya Al-Quran.
Motivasi memuliayakan momen besar ini, Pemerintah Kabupaten Balangan menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 H di Masjid Agung Al Akbar, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Balangan H Akhmad Fauzi bersama unsur Forkopemda dan penceramah KH. Muhammad Saubari HM, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin Bungin.
Wabup H Akhmad Fauzi menyampaikan kesyukuran bisa kembali dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat dalam momen keagamaan yang mulia, pada malam ke-17 Ramadan.
“Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan pada pucuk, nanti saat Idulfitri. Nuzulul Quran merupakan momen penting bagi seluruh umat Islam. Ini juga merupakan sebuah kehormatan bagi kita semua, bisa memperingati momen penting turunnya wahyu Al-Quran,” harap wabup.
Lebih lanjut, Wabup H Akhmad Fauzi menyebut bahwa peringatan acara keagamaan bukan hanya seremonial, tapi juga merupakan refleksi spiritual dan upaya menggali kembali aspek sosial dan keteladanan yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Kemudian ia menyampaikan pesan Ramadan dalam kaitannya dengan dinamika sosial akhir-akhir ini.
“Malam ini, kembali saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan. Mari kita isi sisa Ramadan dengan berbagai kegiatan amaliah yang terbaik. Karena belum tentu kita bertemu Ramadan tahun depan, tapi insyaallah kita diberi umur panjang,” lanjutnya.
“Kepada para ulama, tokoh agama dan kepada seluruh masyarakat, mari kita terus mendoakan kabupaten yang kita cintai ini. Semoga kabupaten kita terhindar dari mara bahaya dan bencana,” imbuhnya.
Kemudian, orang nomor dua di Pemkab Balangan ini mengajak masyarakat untuk menanamkan semangat belajar kepada generasi muda. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak.
Disampaikannya, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Balangan mendorong program Beasiswa 1.000 Sarjana agar generasi muda memiliki kesempatan lebih luas melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin Bungin, KH. Muhammad Saubari HM, mengingatkan agar peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata.
“Jangan hanya memperingati turunnya Al-Qur’an saja, tetapi Al-Qur’annya tidak dibaca, tidak dipelajari, dan tidak diamalkan. Peringatan ini penting untuk mengingatkan kita, namun yang lebih utama adalah membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an tersebut diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan membaca, mempelajari, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. (jnd/K-6)















