Balangan, KP – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasar dan harga kebutuhan bahan pokok dan barang penting (Bapokting) di tengah masyarakat. Wakil Bupati Balangan H Akhmad Fauzi bersama forkopimda ikut turun langsung ke Pasar Modern Adaro Paringin, Rabu kemarin, untuk melihat dinamika harga sembako sekaligus memastikan barang yang dijual pedagang masih layak konsumsi.
Akhmad Fauzi menjelaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan pokok dan barang penting (Bapokting) sekaligus mengidentifikasi potensi kenaikan harga komoditas pangan sebelum menimbulkan gejolak di pasar.
“Kehadiran kami bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Balangan merupakan bentuk komitmen nyata untuk memastikan secara langsung bahwa ketersediaan stok bapokting aman dan harganya tetap stabil, terutama selama Ramadan dan menjelang Idul fitri,” ujarnya.
Sementara, Analis Perdagangan Disperindag Kabupaten Balangan, Asbit, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Hari ini merupakan kegiatan rutin Disperindag dalam rangka HBKN. Pada bulan Ramadan ini, pemantauan dilakukan untuk menyambut Idulfitri 1447 H. Alhamdulillah, kegiatan hari ini dilaksanakan bersama Wakil Bupati Balangan, Wakapolres Balangan, Dandim, serta lintas sektor lainnya,” katanya.
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar harga komoditas masih relatif stabil, meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan. Cabai tiung misalnya, naik dari Rp75 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Harga ayam juga mengalami kenaikan dari Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu. Sementara beras mayang naik dari Rp75 ribu menjadi Rp80 ribu.
Di sisi lain, terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti ikan nila dari Rp38 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Selain itu, di Pasar Modern Adaro juga tersedia minyak goreng subsidi Minyak Kita dengan harga Rp15.700 per liter, lebih murah dibandingkan minyak goreng non-subsidi yang rata-rata dijual sekitar Rp18 ribu.
Menurutnya, stok bahan pokok menjelang Idulfitri dipastikan mencukupi sehingga masyarakat diharapkan tidak panik karena harga masih dalam batas wajar.
Salah satu pedagang, Tanti, menyambut baik kegiatan pemantauan harga tersebut. Ia berharap Pasar Modern Adaro semakin ramai dan terus berkembang.
“Kami mengapresiasi adanya pemantauan ini. Untuk sayur-mayur harganya masih stabil, mungkin hanya cabai yang mengalami kenaikan. Harapannya Pasar Modern Adaro tetap ramai, semakin maju, dan lebih dipromosikan lagi agar banyak pembeli datang,” imbuhnya. (jnd/K-6)















