Banjarbaru,KP – Baru sehari menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Shanty langsung turun ke lapangan memimpin Apel Kesiapan dan Aksi Korvei Lingkungan yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola dr. Murdjani, Banjarbaru, Senin (9/3/2026), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas lingkungan, hingga masyarakat.
Sebanyak sekitar 650 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang diawali dengan apel kesiapan sebelum dilanjutkan dengan aksi korvei atau kerja bakti massal membersihkan lingkungan di sejumlah titik di sekitar pusat kota.
Aksi ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Banjarbaru.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Ir. Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa gerakan bersih lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata.
“Tidak hanya satu kali, tapi harus berlanjut. Yang penting konsisten dan efektif untuk membersihkan Banjarbaru supaya tetap bersih dan resik,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, terutama pemerintah daerah.
Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran penting dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah.
Noer Adi menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup saja, tetapi harus melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah sesuai dengan kewenangannya.
Sebagai contoh, pengelolaan kebersihan di kawasan pasar menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pengelolaan pasar, sementara pengelolaan sampah di sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan kafe berada di bawah pembinaan dinas yang menangani sektor pariwisata.
“Jadi semua perangkat daerah harus terlibat. Tidak bisa hanya satu dinas saja yang bekerja,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa berbagai teknologi dan metode pengelolaan sampah sebenarnya sudah tersedia dan dapat diterapkan di berbagai daerah. Tantangan utamanya saat ini adalah komitmen untuk menjalankannya secara konsisten.
“Ilmunya sudah ada, teknologinya sudah ada. Sekarang tinggal kemauan untuk melaksanakan secara bersama-sama,” katanya.
Usai apel, para peserta langsung bergerak melakukan aksi korvei dengan membersihkan sampah di area sekitar lokasi kegiatan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sesuai jenisnya untuk selanjutnya dikelola.
Dari kegiatan tersebut, tercatat 265,6 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola, yang terdiri dari 40,4 kilogram sampah organik, 206 kilogram sampah anorganik, serta 19,2 kilogram sampah residu.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, Kota Banjarbaru diharapkan terus bergerak menuju kota yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.(Dev/K-5)















