KARANG INTAN, Kalimantanpost.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan inovasi humanis bertajuk “Jembatan Hati Warga Binaan dan Keluarga” sebagai upaya mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2026.
Program ini menjadi wadah mempertemukan warga binaan dengan keluarga yang selama ini terpisah, bahkan ada yang belum pernah bertemu sama sekali. Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai kendala yang dihadapi warga binaan, mulai dari faktor ekonomi, jarak, hingga konflik keluarga.
Tak sekadar mempertemukan, pihak lapas juga memfasilitasi seluruh proses, mulai dari penjemputan keluarga, pertemuan langsung, hingga pengantaran kembali ke rumah dengan aman.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi mengatakan, program ini merupakan bentuk pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Jembatan Hati’ bukan hanya mempertemukan secara fisik, tetapi juga memulihkan hubungan yang sempat terputus. Ini adalah komitmen kami dalam menghadirkan pemasyarakatan yang lebih humanis sekaligus langkah menuju WBBM 2026,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, Lapas Narkotika Karang Intan turut menggandeng sejumlah pihak, diantaranya Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Pemkab Banjar, serta Pengadilan Negeri setempat. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Dukungan juga datang dari Dinas Sosial. Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Napza, Rohana, mengapresiasi inovasi yang dilakukan pihak lapas.
“Kami sangat senang bisa bersinergi, khususnya dalam membantu penelusuran data keluarga warga binaan yang selama ini belum pernah bertemu,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan perdana, suasana haru menyelimuti momen pertemuan antara warga binaan dan keluarganya. Tangis bahagia dan pelukan hangat menjadi gambaran nyata keberhasilan program tersebut.
Salah satu keluarga warga binaan, Ryan Afryan, mengaku tak menyangka dapat kembali bertemu dengan anggota keluarganya.
“Terima kasih kepada Lapas Karang Intan yang telah membantu mempertemukan kami. Ini momen yang sangat berarti bagi keluarga kami,” tuturnya haru.
Melalui inovasi “Jembatan Hati”, Lapas Narkotika Karang Intan menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pada pemulihan hubungan sosial serta membangun kembali harapan bagi warga binaan dan keluarganya.(dev/KPO-4)















