Banjarbaru, KP – Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena mulai memasuki musim kemarau.
Gubernur Kalsel, H Mihidin menegaskan, pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Karena dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga sektor strategis lainnya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian serius Gubernur adalah kawasan Liang Anggang.
Sebab jika terjadi kebakaran di kawasan tersebut dan menimbulkan asap, maka dapat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.
“Liang Anggang ini harus kita jaga bersama. Kalau terjadi kebakaran dan menimbulkan asap, maka penerbangan bisa terganggu.
Jika penerbangan terhambat, tentu akan berdampak pada pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penyediaan sumber air di wilayah rawan karhutla.
Salah satunya melalui pembangunan kanal guna memastikan ketersediaan air, khususnya di sekitar Liang Anggang dan area bandara.
Selain itu, Muhidin juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan, tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang meluas serta dapat dikenakan sanksi hukum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama di musim panas seperti sekarang.
Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, karena api bisa merembet dan meluas.
Selain merusak lingkungan, hal ini juga ada sanksinya,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran hutan atau lahan secara ilegal.
“Seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menjaga lingkungan agar karhutla tidak terjadi, sehingga aktivitas penerbangan tetap aman dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” ujarnya. (*/K-2)















