Amuntai, KP – Sejumlah Orang tua siswa di Amuntai panik dan gugup mendengar anaknya dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami mual, muntah dan pusing, yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/4).
Siswa-siswi tersebut diketahui berasal dari SMKN 1 Amuntai dilarikan ke Rumah Sakit Mulia Amuntai berada di Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah.
Sekitar pukul 16.00 Wita, tampak berdatangan dipenuhi sejumlah keluarga dan orang tua siswa.
Berdasarkan pantuan Rumah Sakit Mulia di ruang IGD dan ruangan lainnya tampak penuh dengan pelajar yang mendapatkan perawatan media karena berdatangan diantar ke rumah sakit dengan gejala mual dan pusing.
Amat (35) warga Amuntai yang anaknya bersekolah di SMKN 1 Amuntai kaget mendapat kabar anaknya masuk rumah sakit.
“Saya tadi siang ditelepon bahwa anak saya masuk rumah sakit di Kebun Sari.
Mendengar masuk rumah sakit saya langsung kaget langsung buru-buru bergegas,” terang Amat (35) warga Amuntai salah satu orang tua siswa.
Menurut penuturan Amat berdasarkan informasi anaknya yang kelas 11 mengalami gejala pusing dan mual tak lama usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
“Mengalami pusing dan mulai usai menyantap makanan di sekolah.
Saat ini Alhamdulillah sudah berkurang setelah ditangani di rumah sakit,” terang Amat.
Sementara Ivan (40) orang tua siswa lainnya yang saat berada di rumah sakit, awalnya mendengar anaknya dilarikan ke rumah sakit bersama dengan lima temannya.
“Saya pikir lima orang. Ternyata lima yang ada di kelasnya.
Belum lagi yang dikelas lain juga dibawa ke rumah sakit,” terang Ivan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 21.00 Wita di Rumah Sakit Mulia Amuntai pasien yang sempat dilarikan ke rumah sakit sebagian besar sudah bisa pulang ke rumah masing-masing.
Hanya tersisa tiga orang yang masih mendapatkan perawatan, namun juga sudah mulai membaik.
“Iini katanya sisa tiga orang masih pendapatkan perawatan.
Tadi mungkin sekitar 50 orang sudah diperbolehkan pulang.
Anak saya perempuan kelas 10 di SMKN 1 Amuntai”, terang warga yang tengah menunggu anaknya di Rumah Sakit Mulia.
Dari semua itu pula pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat turun dan mengambil sampel untuk diteliti. (nov/K-2)















