BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin memantik kreativitas warganya.
Limbah botol plastik yang selama ini menjadi beban lingkungan, kini disulap menjadi furnitur fungsional bernilai ekonomi kursi dan meja dari botol plastik bekas.
Gagasan ini lahir sekitar enam bulan terakhir, saat isu darurat sampah kian mengemuka, kata Basuki warga Sungai Andai Banjarmasin, Sabtu (25/04/2026).
Bapak dua anak yang dikenal sang perajin melihat persoalan limbah plastik bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga peluang pendapatan jika dikelola dengan kreatif.
“Idenya muncul saat Banjarmasin dinyatakan darurat sampah. Saya berpikir, bagaimana limbah plastik ini bisa dikurangi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.
Bukan kali pertama ia bereksperimen. Pada 2017, ia pernah membuat karya serupa saat peluncuran wisata Sungai Bilu. Namun, kali ini desainnya dibuat lebih sederhana, rapi, dan layak jual sebagai produk furnitur rumahan.
Botol-botol plastik disusun kokoh, dipoles, lalu dibungkus rapi sehingga tampil seperti sofa dan meja kecil yang unik. Hasilnya tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga fungsional dan terjangkau.
Untuk harga, satu kursi dibanderol Rp175 ribu, meja Rp250 ribu. Jika membeli satu set berisi dua kursi dan satu meja, harganya Rp550 ribu, setelah mendapat potongan dari harga normal Rp600 ribu.
“Harga khusus Pameran memang Rp550 ribu satu set, meja dan dua kursi,”ucap Basuki.
Upaya ini menjadi contoh konkret bagaimana persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang usaha kreatif, sekaligus mendukung gerakan pengurangan limbah plastik di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.
Bahkan owner Sofa Botol Plastik yang kini hadir ikut dalam pameran Pekan Aksel Bank Kalsel di halaman Bank Kalsel sejak Jumat hingga Minggu tersebut, pada Sabtu siang sudah mendapatkan pesanan 26 Kursi dan 18 Meja (ADV/KPO-1)















