Banjarbaru, KP– Menjelang keberangkatan ibadah haji, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru menggelar rapat koordinasi bersama Petugas Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 10.Pertemuan ini difokuskan untuk mematangkan kesiapan kesehatan calon jemaah haji asal Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang dijadwalkan berangkat pada 6 Mei mendatang.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sounding ini dihadiri Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang terdiri dari dokter dan perawat, serta Petugas Haji Daerah (PHD). Turut hadir perwakilan Kementerian Haji Banjarbaru, Bagian Kesra Setdako Banjarbaru, pemegang program haji Provinsi Kalimantan Selatan, serta para ketua rombongan Kloter BDJ 10.
Rapat dipandu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, dan dibuka oleh Sekretaris Dinkes Banjarbaru, dr. Ani Rusmila.
Dalam pemaparan teknis, Tenaga Kesehatan Haji Kloter BDJ 10, dr. Nahrozi Rifani, mengungkapkan profil kesehatan jemaah yang berjumlah 358 orang. Dari jumlah tersebut, 36 persen masuk kategori non-risiko tinggi, sementara sisanya tergolong risiko tinggi dengan rincian 42 persen risiko ringan, 11 persen risiko sedang, dan 11 persen risiko berat.
“Kami telah melakukan pemetaan secara komprehensif. Terdapat 50 jemaah yang masuk prioritas pengawasan, dan tujuh di antaranya membutuhkan perhatian khusus. Untuk itu, tim telah melakukan kunjungan langsung guna memastikan kondisi mereka tetap stabil dan layak berangkat,” jelasnya.
Perwakilan pemegang program haji Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor sebagai langkah mitigasi untuk memastikan seluruh jemaah memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan kesehatan.
“Dengan pemetaan dan mitigasi yang tepat, kita berharap angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnyaSebagai langkah antisipatif, Dinkes Banjarbaru telah menyalurkan tablet tambah darah kepada calon jemaah sejak Maret lalu untuk mencegah anemia, yang kerap menjadi kendala saat pemeriksaan kesehatan di embarkasi.
Selain itu, Dinkes juga menetapkan sejumlah tahapan penting menjelang keberangkatan. Seluruh calon jemaah diwajibkan melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) di puskesmas pada 2 Mei, guna memastikan kondisi kesehatan tetap optimal. Sementara bagi wanita usia subur, disarankan melakukan tes kehamilan secara mandiri untuk menghindari kendala saat proses skrining di embarkasi.
Melalui sinergi yang terbangun dalam rapat koordinasi ini, seluruh pihak berharap jemaah haji Kloter BDJ 10 dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan lancar, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur.(Dev/K-5)















