Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tanah Laut

Perkuat Link and Match, Politala Terima Hibah Alat Berat dari PT Thriveni Indo Mining

×

Perkuat Link and Match, Politala Terima Hibah Alat Berat dari PT Thriveni Indo Mining

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Tala 1 3 klm 11
POLITALA - Secara resmi menerima hibah berupa tiga unit alat berat dari PT Thriveni Indo Mining Site Satui. (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi vokasi dan kebutuhan riil sektor industri kembali diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Tanah Laut.

Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) secara resmi menerima hibah berupa tiga unit alat berat dari PT Thriveni Indo Mining Site Satui.

Kalimantan Post

Momentum penyerahan aset bernilai strategis tersebut dilaksanakan secara formal di lingkungan Kampus Politala Rabu (20/5/2026).

Pemerintah daerah menilai ketersediaan fasilitas instruksional baru tersebut akan secara signifikan mendongkrak kualitas pembelajaran praktis bagi para mahasiswa.

Tiga unit armada berat yang diserahterimakan meliputi Motor Grader CAT 120K, Track-Type Tractor (Dozer) CAT D7R, dan Drilling Rig IDM 30.

Ketiga instrumen mekanikal tersebut diproyeksikan menjadi sarana laboratorium lapangan vital guna mendukung sistem perkuliahan berbasis simulasi riil dunia kerja.

Wakil Bupati Tanah Laut H. M. Zazuli menggarisbawahi bahwa dinamika pembangunan daerah ke depan akan eskalatif dan semakin kompleks, terutama di tengah pergeseran kebutuhan dunia kerja yang masif akibat disrupsi teknologi dan industri.

Ia menekankan bahwa institusi pendidikan vokasi dituntut untuk senantiasa responsif terhadap realitas pasar kerja melalui rekonstruksi kurikulum yang aplikatif, adaptif, serta bertumpu pada pengalaman praktis langsung (hands-on experience).

“Melalui kehadiran hibah alat berat ini, para mahasiswa dipastikan dapat memperoleh pengalaman praktik teknis secara langsung di lapangan. Konsep ini memposisikan mahasiswa tidak sekadar menguasai formulasi teori akademis, melainkan memiliki kesiapan penuh untuk memasuki profesionalisme dunia kerja yang sesungguhnya,” tegas H. M. Zazuli.

Lebih lanjut, H. M. Zazuli mengingatkan bahwa keterpaduan gerak (triple helix) antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga akademik merupakan pilar utama dalam menggerakkan akselerasi pembangunan daerah sekaligus mengatrol mutu modal manusia (human capital) lokal.

Baca Juga :  Proyek Infrastruktur Takisung Serap 375 Pekerja Lokal

Kehadiran fasilitas alat berat ini tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu penunjang studi, melainkan representasi dari penguatan hubungan mutualisme antara sektor pendidikan tinggi dan korporasi demi melahirkan kelulusan yang kompeten, kompetitif, dan berdaya saing global.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar inventarisasi fasilitas baru tersebut dapat dioptimalkan secara ketat dan terukur oleh civitas akademika Politala.

Hal ini penting guna mematangkan keahlian teknis (hard skills) serta mempertajam kesiapan mental profesional para mahasiswa sebelum mereka terserap secara penuh ke dalam ekosistem industri makro pasca-kelulusan. (rzk/K-6)

Iklan
Iklan