RANTAU, Kalimantanpost.com – Dalam rangka menjaga pangan di desa terjaga dengan baik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarbaru mengelar pelatihan Kader Pangan Desa berlangsung di Aula Lantai Dua Mal Pelayanan Publik Kabupaten Tapin. Kamis (21/5/2026).
Puluhan peserta kader desa di Kabupaten Tapin antusias mengikuti pelatihan yang dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani.
Kegiatan pelatihan diarahkan untuk membentuk kader yang mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus pengawas penerapan pangan aman di tingkat desa.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan program Desa Pangan Aman yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarbaru menjadi upaya strategis untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menjamin keamanan pangan hingga tingkat rumah tangga sekaligus memperkuat ekonomi desa.
“Salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut adalah memperkuat sumber daya manusia yang ada di daerah melalui pelatihan kader desa agar menjadi agen keamanan pangan di desa,” ujar Faridah saat membuka pelatihan.
Menurut dia, pelatihan kader tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mendampingi masyarakat dalam menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten di lingkungan masing-masing.
“Kader diharapkan mampu melakukan edukasi, pengawasan, dan pemantauan sehingga potensi penyimpangan praktik keamanan pangan dapat dicegah sejak tingkat rumah tangga, “katanya
Faridah menekankan kualitas konsumsi pangan akan menentukan kualitas asupan gizi masyarakat. Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Kualitas konsumsi pangan akan menentukan kualitas asupan dan kecukupan gizi sehingga pada akhirnya akan menentukan tingkat kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan tersebut di Kabupaten Tapin.
“Dengan pelatihan ini tentunya kader desa diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Desa Pangan Aman dan memberi dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Tapin,” harapnya.
Pada kesempatan ini, Faridah juga mengajak peserta agar dapat memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan aktif berdialog bersama narasumber agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di desa masing-masing. (abd/KPO-3)















