RANTAU, Kalimantanpost.com – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mendadak heboh. Belum genap satu jam dibuka, ribuan item sembako langsung habis diserbu warga.
Pemicunya sederhana, seluruh bahan pokok dijual hanya Rp10.000 per item. Harga itu jauh di bawah pasaran setelah disubsidi langsung oleh Bupati Tapin H Yamani bersama Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani.
Warga berbondong-bondong datang sejak pagi demi mendapatkan gula, minyak goreng, tepung, hingga teh murah. Banyak di antara mereka rela mengantre panjang. Namun tingginya antusiasme membuat sebagian warga tidak kebagian.
Awalnya, sembako dijual dalam bentuk paket murah. Namun di tengah kegiatan, H Yamani membuat keputusan mendadak dengan mengubah sistem penjualan menjadi per item seharga Rp10.000 agar lebih banyak warga bisa membeli kebutuhan pokok.
Saat pembukaan pasar murah, H Yamani sempat menanyakan harga gula di pasaran kepada Kepala Dinas Perdagangan Tapin MZ Walaidi Rahmat.
“Berapa harga gula di Bulog?” tanya Yamani.
“Rp18.000 per kilogram,” jawab Walaidi.
Mendengar itu, Yamani langsung meminta harga gula ditekan menjadi Rp10 ribu per kilogram. Selisih harga ditanggung pribadi bersama Ketua TP PKK Tapin.
“Jadikan Rp10 ribu saja sudah, saya dan ibu PKK yang menanggung subsidi,” ujar Yamani disambut tepuk tangan warga.
Tak hanya gula, seluruh komoditas lain juga dipatok dengan harga seragam Rp10.000 per item. Kebijakan spontan itu membuat suasana pasar murah berubah riuh. Warga langsung menyerbu lapak penjualan.
Kepala Dinas Perdagangan Tapin MZ Walaidi Rahmat mengatakan lonjakan pembeli di luar perkiraan. Meski pembelian sudah dibatasi, stok tetap cepat habis.
“Mohon maaf, banyak warga akhirnya tidak kebagian karena antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk mengurangi penumpukan pembeli, Disdag membatasi pembelian maksimal dua bungkus minyak goreng, satu bungkus gula kemasan, satu gula timbang, satu teh, dan satu bungkus tepung per orang. Namun aturan itu tetap tak mampu menahan laju pembelian.
Menurut Walaidi, bahkan tujuh orang terakhir di antrean terpaksa berbagi barang karena stok sudah menipis, sementara warga lain masih terus berdatangan.
Dalam operasi pasar murah itu, pemerintah menyediakan ratusan hingga ribuan item sembako, di antaranya 250 dus gula kemasan, 200 karung gula pasir, 176 bungkus tepung Segitiga Biru, 330 bungkus tepung Kompas, serta 275 kemasan teh poci.
Jika dihitung dengan harga normal, satu paket sembako bisa mencapai sekitar Rp37.000. Namun, lewat subsidi dari Bupati dan TP PKK Tapin, seluruh barang ditebus warga hanya Rp10.000 per item.
Langkah itu membuat pasar murah Tapin bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi “kejutan” yang benar-benar dirasakan masyarakat di tengah harga bahan pokok yang masih tinggi.(abd/KPO-3)















