RANTAU, Kalimantanpost.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Tapin resmi berakhir. Selama sebulan pelaksanaan, program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat itu meninggalkan sejumlah pekerjaan fisik yang ditujukan mempercepat konektivitas dan pelayanan dasar di pedesaan.
Penutupan TMMD berlangsung di Lapangan Bola Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Kamis (21/5), dalam sebuah upacara dipimpin Kepala Seksi Perencanaan Korem 101/Antasari Kolonel Cpl I Nyoman Darmana.
Turut hadir Bupati Tapin H Yamani, Wadir Samapta Polda Kalsel AKBP Jimmy Kurniawan, Sekda Tapin H Unda Absori, SH, MH, Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, Dandim Batola Letkol Inf Anton Mahriadi, SSos, Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, Kejari Tapin Dr Mochamad Fitri Adhy, para kepala SKPD, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Salah satu capaian utama program adalah pembukaan badan jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar lima meter. Jalan tersebut diharapkan menjadi akses baru yang mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian.
Selain itu, TMMD menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas dasar berupa dua unit MCK, satu titik sumur bor, rehabilitasi dua rumah tidak layak huni, perbaikan satu musholla, penghijauan kawasan, serta kegiatan kebersihan lingkungan.
Kolonel Cpl I Nyoman Darmana mengatakan TMMD merupakan instrumen percepatan pembangunan yang menggabungkan kekuatan pemerintah, TNI, dan masyarakat.
“Program ini diarahkan untuk membantu daerah mempercepat pembangunan di wilayah yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam amanat penutupan.
Menurut dia, manfaat TMMD tidak berhenti pada pembangunan fisik. Selama pelaksanaan, juga digelar berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pencegahan narkoba, edukasi hukum, kesehatan masyarakat, penguatan UMKM, hingga percepatan penanganan stunting.
Bupati Tapin H Yamani menilai model pembangunan berbasis kolaborasi seperti TMMD efektif menjawab kebutuhan desa yang selama ini tidak seluruhnya dapat diselesaikan melalui skema pembangunan reguler.
“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi memastikan hasilnya benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Infrastruktur yang sudah dibangun harus menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga,” kata Yamani.
Ia menyebut pemerintah daerah akan melanjutkan pola kerja sama lintas sektor agar pembangunan tidak berhenti setelah program selesai.
Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra mengatakan keberhasilan TMMD tahun ini ditentukan oleh keterlibatan masyarakat yang aktif selama proses pekerjaan berlangsung.
Menurut dia, gotong royong menjadi faktor yang membuat seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Yang dibangun bukan hanya jalan dan fasilitas umum, tetapi juga kepercayaan serta semangat kebersamaan antara masyarakat dan negara,” ujar Dimas.
TMMD Ke-128 berlangsung selama 30 hari dan menjadi bagian dari program nasional TNI untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat keterhubungan antara aparat dan masyarakat. (abd/KPO-3)















