Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Adaro Tegaskan Reklamasi Tambang Tak Sekadar “Hijau Visual”‎‎

×

Adaro Tegaskan Reklamasi Tambang Tak Sekadar “Hijau Visual”‎‎

Sebarkan artikel ini
IMG 20260522 WA0039
REKLAMASI - Health Safety Environment Division Head Rusdi Husin menjelaskan komitmen perusahaan dalam pengelolaan reklamasi tambang berbasis pemulihan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. (Kalimantanpost.com/devi).

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Kritik terhadap reklamasi tambang yang dinilai hanya menghasilkan “green desert” atau kawasan hijau miskin biodiversitas mendapat tanggapan dari pihak perusahaan tambang di Kalimantan Selatan.

Perusahaan menegaskan, reklamasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada tampilan hijau secara visual, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

‎Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia, Rusdi Husin mengatakan, aspek konservasi lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi perhatian utama dalam operasional pertambangan.

‎Menurutnya, seluruh proses penambangan, mulai dari pembukaan lahan hingga reklamasi pascatambang, dilakukan berdasarkan kajian lingkungan dan ketentuan Amdal yang berlaku.

‎“Ketika suatu tambang bergerak, semua tahapan harus melalui kajian lingkungan. Kami tidak sekadar mengambil batubara lalu meninggalkan lahan begitu saja,” ujarnya.

‎Rusdi menegaskan, reklamasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya sebatas penanaman pohon untuk menciptakan kesan hijau, tetapi dirancang melalui pendekatan ilmiah guna membangun kembali fungsi ekologis kawasan.

‎Ia menyebut perusahaan mengombinasikan kebutuhan lingkungan dengan kepentingan masyarakat sekitar, termasuk pemanfaatan lahan reklamasi untuk tanaman produktif, penguatan cadangan air, hingga penyerapan emisi karbon.

‎“Kalau hanya sekadar hijau mungkin mudah. Tapi kami ingin ekosistemnya kembali hidup dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

‎Dalam proses pengelolaan pascatambang, PT PT Adaro Indonesia juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian independen untuk melakukan kajian terhadap pemulihan ekosistem.

‎Beberapa penelitian dilakukan terkait vegetasi, kualitas tanah, hingga pengembangan kawasan berbasis keberlanjutan. Menurut Rusdi, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan reklamasi berjalan sesuai prinsip ilmiah dan tidak hanya berorientasi visual.

‎“Basisnya ilmiah. Ekosistem yang dibangun dikaji dan dicek sejak awal. Jadi bukan sekadar memunculkan warna hijau kembali,” jelasnya.

‎Selain itu, perusahaan mengaku telah menjalani audit lingkungan oleh lembaga sertifikasi internasional dari Jerman terkait sistem manajemen lingkungan perusahaan.

‎Rusdi menambahkan, perusahaan juga memperoleh sejumlah pengakuan dari pemerintah maupun lembaga internasional terkait penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau environmental, social, governance (ESG).

‎Menurutnya, tantangan industri pertambangan saat ini bukan hanya menjaga produktivitas, tetapi juga memastikan aktivitas operasional tetap berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

‎“Kami tidak mengejar penghargaan semata, tetapi bagaimana memastikan operasional tambang dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dev/KPO-4)


Baca Juga :  Tumbuh Solid, BSI RO IX Kalimantan Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Sedekah Serentak
Iklan
Iklan