Tanjung, KP – Berdasarkan hasil pemerikasaan di beberapa organ tubuh di antaranya hati dan limpa, hewan kurban Idul Adha 1447 H berupa sapi milik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tabalong aman untuk dikonsumsi.
Hal itu, sebagaimana diungkapkan Drh Mega Indah Suryani, usai melakukan pemeriksaan pada organ hati hewan sembelihan kurban LDII Kabupaten Tabalong, bertempat di RT 8 Desa Padang Panjang belum lama tadi.
“Kami dari Disbunnak Tabalong sedang melakukan pemeriksaan sapi kurban di wilayah Tabalong. Alhamdulillah, yang kami periksa semuanya layak untuk dikonsumsi, baik dari segi fisiknya, dari segi kesehatannya, maupun dari segi lingkungannya,” ujar drh. Mega Indah Suryani, Petugas Pemeriksa Hewan Kurban Disbunnak Tabalong.
Untuk tahun ini, DPD LDII Kabupaten Tabalong menyembelih sebanyak 26 sapi dan 5 ekor kambing, “untuk tahun ini, Alhamdulillah, warga LDII di Kabupaten Tabalong bisa menyembelih sebanyak 27 ekor sapi dan 5 ekor kambing,” ujar Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong Hipni Rosadi hari itu.
“Meski secara jumlah menurun dari tahun sebelumnya, namun nilai kurban meningkat dari tahun sebelumnya, dimana rata-rata sapi mencapai angka Rp25 juta per-ekor,” terangnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Kurban DPD LDII Kabupaten Tabalong Yogi Firmansyah, mengungkapkan keterlibatan dari seluruh warga LDII, dari yang muda hingga yang tua, merupakan semangat serta antusias keikhlasan beramal dalam merayakan Hari Raya Idul Adha “Alhamdulillah, semangat berkurban warga LDII Tabalong sangat tinggi, seperti yang sudah-sudah, bahwasanya masyarakat itu memang terkadang mempersiapkan selama satu tahun sebelum hari H, itu sudah mulai menabung juga untuk memberikan persiapan membeli hewan kurban. Sesuai dengan tema kita hari ini, Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi, jadi semata-mata kita di sini melaksanakan ibadah kurban dan juga belajar untuk berbagi, ikhlas dalam berbagi daging hewan kurban itu,” ujar Yogi.
“Ke depannya antusias dalam kerja sama dan gotong royong warga LDII bisa lebih meningkat lagi, terutama dari generasi muda yang ke depannya menjadi pengganti untuk generasi selanjutnya,” demikian pungkasnya. (ros/K-6)















