GUADALUPE, Kalimantanpost.com – Pertandingan antara Belanda dan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (30/6/2026) pukul 09.00 WIB di Estadio Monterrey, Guadalupe, boleh dibilang merupakan laga kepagian.
Keduanya melaju mulus ke babak 32 besar dan akan sama-sama yakin untuk melangkah lebih jauh dalam upaya mereka mengangkat trofi bergengsi itu untuk pertama kalinya.
Belanda, yang tiga kali menjadi runner-up, memuncaki Grup F, memulai kampanye mereka dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang sebelum meraih kemenangan mudah melawan Swedia (5-1) dan Tunisia (3-1).
Performa mencetak gol mereka yang luar biasa akan memberikan kepercayaan diri kepada pelatih kepala Ronald Koeman, kemenangan dapat diraih melawan Maroko, dengan pemain seperti Brian Brobbey (3) dan Cody Gakpo dan Crysencio Summerville (2 masing-masing) yang sedang dalam performa terbaik di depan gawang.
Koeman mengatakan sangat disayangkan kedua tim harus bertemu di awal turnamen.
“Pertandingan ini sangat penting karena kami berdua adalah tim yang seharusnya bisa melangkah lebih jauh dari tahap ini. pertandingan seperti ini datang terlalu cepat” kata Koeman dikutip dari laman AFC.
“Ini adalah pertandingan yang sangat penting antara dua tim yang ingin melaju sejauh mungkin di turnamen ini dan pertandingan seperti ini datang terlalu cepat di Piala Dunia, menurut saya.”
“Tapi begitulah adanya dan ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. Kami akan bermain menyerang.”
Namun, mereka harus mewaspadai Maroko karena tim Afrika itu juga tampil mengesankan di babak penyisihan grup.
Mereka kurang beruntung hanya mendapat satu poin di laga pembuka Grup C melawan Brasil dan menunjukkan kualitas mereka di depan gawang dalam kemenangan berikutnya melawan Skotlandia (1-0) dan Haiti (4-2).
Tim asuhan Mohamed Ouahbi bertekad untuk melampaui pencapaian semifinal di edisi 2022 dan akan memimpin serangan mereka dengan Ismael Saibari, yang mencetak gol melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
Ouahbi mengatakan timnya harus bersiap menghadapi tantangan yang berbeda dari Belanda.
“Dalam tiga pertandingan terakhir, kami menunjukkan bahwa kami mampu menampilkan performa yang baik dan memiliki kepribadian yang kuat di lapangan,” kata Ouahbi.
“Namun pertandingan besok berbeda dan membutuhkan solusi yang berbeda. Itulah mentalitas yang akan kami bawa memasuki pertandingan.” (ful/KPO-3)















