Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Selatan

Lomba Permainan Tradisional Balogo Meriahkan Hari Bhayangkara 2026 di HSS

×

Lomba Permainan Tradisional Balogo Meriahkan Hari Bhayangkara 2026 di HSS

Sebarkan artikel ini
Hal 12 HSS 1 3 klm 22
PEMBUKAAN - Lomba permainan tradisional Balogo yang diselenggarakan Polres HSS dalam rangka hari Bhayangkara tahun 2026. (KP/Ist)

Kandangan, KP – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar lomba permainan tradisional Balogo, Sabtu (27/6/2026) di Kompleks Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aluh Idut, Kandangan.

Bupati HSS Syafrudin Noor, didampingi Kapolres AKBP Awaluddin Syam, memukul gong sebagai simbolis pembukaan event. 

Kalimantan Post

Turnamen cukup kompetitif, diikuti 38 tim yang datang dari berbagai daerah dan kabupaten di wilayah Banua Enam. Masing-masing tim yang berlaga menerjunkan 2 regu andalannya untuk memperebutkan trofi Kapolres HSS, serta total hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.

Bupati HSS Syafrudin Noor mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada Polres HSS atas inisiatif luar biasa menggelar lomba permainan tradisional. 

Menurutnya, Balogo merupakan bagian dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang wajib dijaga dan dilestarikan di tengah gempuran era modern.

Ia juga mengucapkan apresiasi, kepada seluruh peserta yang sudah datang dan berpartisipasi, termasuk yang dari luar daerah yang jauh-jauh berkenan hadir ke Bumi Antaludin. 

“Saya sangat bangga melihat antusiasme generasi muda HSS, khususnya anak-anak, yang masih mencintai permainan balogo. Komitmen ini pun terbukti membuahkan hasil nyata di tingkat regional,” ucap Bupati Syafrudin Noor. 

Ia menegaskan, Kabupaten HSS memiliki komitmen kuat dan kepedulian yang sangat tinggi terhadap kelestarian permainan tradisional. 

Untuk menjaga nilai filosofis dan kelestarian budaya, seluruh peserta diwajibkan mengenakan atribut busana khas masyarakat Kalsel tempo dulu, yaitu kain sarung yang dililitkan di pinggang serta penutup kepala berupa laung atau peci. (tor/K-6)

Baca Juga :  Wabup Hadiri Haul Ke-63 Datu Bajayau 
Iklan
Iklan