Kandangan, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menerima bantuan tambahan peralatan penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp 1.236.617.000.
Bupati HSS Syafrudin Noor menyerahkannya kepada Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten HSS Ika Aguspianor Hidayatullah, Rabu (12/8/2026) di halaman Kantor BPBD, Jalan Musyawarah, Kandangan.
Bantuan tersebut berupa 1 unit pompa 6HP selang panjang, 3 roll selang, 3 unit pompa jinjing 2HP, 2 unit water tank portable 5000 liter, 1 unit tenda pengungsi, 20 unit APD Karhutla, 1 unit alat bantu pernapasan, serta kendaraan operasional sebanyak 2 unit motor trail.
Bupati HSS Syafrudin Noor mengatakan, peralatan tersebut sangat akan meningkatkan kapasitas operasional tim BPBD secara signifikan.
“Semoga sarana dan prasarana ini dapat mempercepat penanggulangan Karhutla di Kabupaten HSS,” harap Syafrudin Noor.
Bupati HSS mengucapkan terima kasih kepada BNPB, yang telah memberikan dukungan peralatan bencana yang sangat lengkap untuk BPBD Kabupaten HSS.
Bupati HSS juga mengimbau seluruh pihak, untuk saling bekerja sama meningkatkan kewaspadaan dini untuk pencegahan bencana. Serta, masyarakat harus ikut menjaga lingkungan sekitar.
Kalak BPBD Kabupaten HSS Ika Aguspianor Hidayatullah menjelaskan, peralatan tersebut akan langsung digunakan untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan.
“Dari 2 unit trail ini, 1 unit akan digunakan tim Pusdalops berpatroli memantau lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi karhutla, unit yang satunya untuk penanganan Karhutla,” jelas Ika.
Selain mendukung mobilitas petugas, peralatan pemadaman juga disiapkan untuk menyesuaikan kondisi di lokasi. Pompa jinjing dapat dibawa mendekati area yang terbakar, sedangkan pompa 6 HP dan selang panjang membantu memperluas jangkauan aliran air saat pemadaman. Tambahan selang juga dapat digunakan ketika titik api berada cukup jauh dari posisi sumber air atau pompa.
Sementara dua unit water tank berkapasitas 5.000 liter akan ditempatkan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, maupun dapat digunakan sebagai titik transit atau estafet air untuk pemadaman Karhutla.
Alat bantu pernapasan digunakan untuk membantu petugas saat melakukan pemadaman di kawasan dengan kondisi asap tebal. Sedangkan APD Karhutla menunjang perlindungan petugas selama melakukan penanganan di lapangan. (tor/K-6)















