Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Penguatan Balai Veteriner Antisipasi Wabah Penyakit Hewan

×

Penguatan Balai Veteriner Antisipasi Wabah Penyakit Hewan

Sebarkan artikel ini
balai

Banjarbaru,KP – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mendorong Balai Veteriner Banjarbaru memperkuat upaya pencegahan wabah penyakit hewan melalui peningkatan kapasitas laboratorium, Sumber Daya Manusia (SDM), dan biosekuriti guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor peternakan.

Hal itu disampaikan saat memimpin kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Veteriner Banjarbaru, Jumat (3/7).

Kalimantan Post

Menurutnya, penguatan laboratorium menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini berbagai penyakit hewan sehingga penanganan lebih berorientasi pada pencegahan dibandingkan penanggulangan setelah wabah terjadi.

“Bukan mengobati, tapi prioritas mencegah adanya wabah-wabah penyakit hewan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Siti Hediati mengatakan, Balai Veteriner Banjarbaru memiliki peran strategis sebagai laboratorium rujukan regional Kalimantan yang mendukung deteksi dini, diagnosis penyakit, surveilans, serta penguatan biosekuriti. Karena itu, kapasitas laboratorium, SDM, dan layanan kesehatan hewan perlu terus ditingkatkan.

Ia mengapresiasi keberadaan Balai Veteriner Banjarbaru yang telah beroperasi selama 48 tahun dan tetap menjadi rujukan pelayanan kesehatan hewan di wilayah Kalimantan.

“Balai Veteriner Banjarbaru ini telah berdiri selama 48 tahun dan hingga kini tetap berperan memberikan layanan rujukan kesehatan hewan bagi berbagai daerah regional di Kalimantan, sekaligus mendukung upaya pengendalian penyakit ternak melalui pengujian laboratorium dan deteksi dini,” katanya.

Selain penguatan sarana dan prasarana, Komisi IV DPR RI juga menilai penyuluh pertanian dan peternakan perlu mendapatkan peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan serta dukungan insentif agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Siti Hediati menegaskan Komisi IV DPR RI siap memperjuangkan tambahan dukungan anggaran bagi program-program Kementerian Pertanian, termasuk untuk memperkuat layanan penyuluhan dan kesehatan hewan apabila dibutuhkan.

Baca Juga :  Panggil PLN Minta Penjelasan

“Kalau memang dananya kurang, itu bisa tolong diajukan kepada kami, nanti kami perjuangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Aris Sutomo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor peternakan.

Langkah tersebut meliputi penguatan ketersediaan pakan, pengendalian penyakit hewan strategis melalui penyediaan vaksin, serta peningkatan kapasitas SDM dan pos kesehatan hewan.

Menurutnya, hingga saat ini kondisi di Kalimantan masih relatif aman karena curah hujan masih cukup serta telah dikembangkan berbagai jenis rumput pakan yang lebih tahan terhadap suhu panas dan kekeringan.

Aris menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah melalui program integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA) juga terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan populasi ternak sekaligus menjaga ketahanan sektor peternakan menghadapi perubahan iklim. (dev/K-2)

Iklan
Iklan