Banjarbaru, KP- Tim penilai Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan melakukan verifikasi lapangan ke UP2K PKK Sehati di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kamis (2/7). Kunjungan tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah kelompok itu lolos sebagai enam besar nominasi terbaik tingkat provinsi.
Dalam verifikasi, tim meninjau aktivitas kelompok, administrasi, pengelolaan usaha, produk unggulan, hingga strategi pemasaran yang dijalankan. Potensi lokal Kampung Purun juga menjadi salah satu aspek penilaian dalam pengembangan usaha produktif masyarakat.
Tim Penilai UP2K Provinsi Kalimantan Selatan, Yulian Ridhany Nocktah, mengatakan verifikasi lapangan bertujuan mencocokkan kondisi riil dengan dokumen administrasi dan profil yang sebelumnya disampaikan peserta.
“Dari 13 kabupaten dan kota yang mengikuti seleksi administrasi dan penilaian profil, UP2K PKK Sehati Kelurahan Palam berhasil masuk enam besar dan berhak mengikuti verifikasi lapangan,” ujarnya.
Menurut Yulian, penilaian tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga dampak nyata keberadaan UP2K terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Juara merupakan formalitas. Yang paling penting adalah UP2K mampu mencerminkan kemandirian perempuan serta membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya
Ketua TP PKK Kecamatan Cempaka, Ridha Maya RosRosanti, mengaku bangga atas pencapaian UP2K PKK Sehati yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi.
Saat ini, kelompok tersebut membina 17 kelompok usaha dengan dua produk unggulan. Menurut Ridha, kekompakan anggota menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal Kampung Purun.
Ia berharap keikutsertaan dalam lomba menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berinovasi, memperluas pemasaran produk, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Selama ini, UP2K PKK Sehati aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha yang dikelola bersama kader PKK dan warga. Selain meningkatkan keterampilan dan kreativitas, kelompok tersebut juga terus mengembangkan produk berbasis potensi lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.(Dev/K-5)















