Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

PMI Pusat Sebut Pengurus PMI Harus Berlandaskan Keikhlasan dan Jiwa Kemanusiaan, Aftahudin Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Banjarmasin

×

PMI Pusat Sebut Pengurus PMI Harus Berlandaskan Keikhlasan dan Jiwa Kemanusiaan, Aftahudin Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260712 WA0081

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin menetapkan H Aftahudin sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin periode 2026–2031 secara aklamasi. Dalam forum tersebut, PMI Pusat menegaskan bahwa menjadi pengurus PMI harus dilandasi keikhlasan, panggilan jiwa, dan komitmen untuk mengabdi kepada sesama, bukan mengejar jabatan atau kepentingan politik.

Muskot yang berlangsung di Hotel Harper Banjarmasin, Minggu (12/7/2026), dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said mewakili Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan Rusma Khazairin mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta jajaran pengurus PMI tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan para relawan.

Kalimantan Post

Dalam sambutannya, Sudirman Said menegaskan bahwa siapa pun yang ingin menjadi pengurus PMI harus memiliki keikhlasan, keterpanggilan dalam tugas-tugas kemanusiaan, waktu untuk mengabdi, dan mampu mengemban amanah.

“Yang punya keikhlasan, punya keterpanggilan tugas kemanusiaan, punya waktu, dan insyaallah amanah, maka bisa menjadi pengurus Palang Merah,” ujarnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menekankan bahwa PMI berbeda dengan organisasi yang berorientasi pada kekuasaan.

“Masuk Palang Merah bukan seperti masuk partai politik. Kalau di partai politik mungkin orientasinya kekuasaan, tetapi di Palang Merah yang dihadapi adalah persoalan-persoalan kemanusiaan,” katanya.

Menurutnya, menjadi bagian dari PMI berarti siap menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari bencana alam, kebakaran, kekeringan hingga kekurangan stok darah yang membutuhkan respons cepat.

“Masuk Palang Merah berarti siap menyongsong bencana, menyongsong kebakaran, menyongsong kekeringan, menyongsong kekurangan darah. Kalau tidak punya hati untuk kemanusiaan, tidak akan bertahan lama, karena setiap hari selalu ada panggilan tugas yang harus segera direspons,” tegasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Yamin Apresiasi Polisi Ungkap Peredaran 13 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi di Banjarmasin

Sudirman juga berharap kepengurusan baru PMI Kota Banjarmasin segera bekerja efektif, merangkul seluruh unsur organisasi, dan mempercepat penyelesaian berbagai agenda yang sempat tertunda agar pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat semakin optimal.

Sementara itu, usai terpilih sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin, H Aftahudin menyampaikan bahwa salah satu program prioritas yang akan segera diwujudkan adalah pembangunan Unit Transfusi Darah (UTD) milik PMI Kota Banjarmasin.

“Program yang akan kita jalankan cukup banyak. Yang pertama, saat ini kita belum memiliki UTD. Insya Allah secara mandiri kita akan menyiapkan lahan agar UTD bisa berdiri, dan targetnya dalam enam bulan ke depan mulai kita laksanakan,” ujarnya.

Selain pembangunan UTD, PMI Kota Banjarmasin juga akan mengembangkan pengelolaan limbah medis melalui kerja sama dengan PMI Surabaya. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pengelolaan limbah medis yang lebih baik.

Aftahudin juga menargetkan peningkatan jumlah pendonor darah dan kualitas pelayanan kepada para pendonor.

“Kami akan lebih mengoptimalkan pelayanan donor darah. Masyarakat mendonorkan darahnya tanpa mengharapkan imbalan. Karena itu, sudah seharusnya kita memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para pendonor,” katanya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PMI Kota Banjarmasin diharapkan semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan, memperkuat pelayanan donor darah, membangun fasilitas pendukung seperti UTD, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di Kota Banjarmasin.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan