PELAIHARI, Kalimantanpost.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tanah Laut resmi mengambil alih tanggung jawab penanganan sesosok bayi perempuan yang ditemukan warga di bawah Jembatan Angsau, Jalan A.Yani, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan perlindungan, pemenuhan hak dasar, dan masa depan bayi malang tersebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan setelah bayi yang sebelumnya ditemukan di dalam tas belanja dievakuasi warga ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit BCM Pelaihari.
Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tanah Laut pun langsung bergerak sigap memastikan perawatan sang bayi selama berada di fasilitas kesehatan berjalan tanpa kendala.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut melalui Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Rehabilitasi Sosial, Hendra, SAP, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas sektor begitu menerima laporan penemuan tersebut.
“Saat ini bayi sudah ditangani RS BCM. Untuk penanggung jawab bayi dari Dinsos. Segala biaya selama perawatan ditanggung oleh pihak rumah sakit,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2026).
Selain memastikan perawatan medis berjalan lancar, Dinsos Tanah Laut juga telah merancang rencana jangka panjang terkait pengasuhan sang bayi.
Pihak dinas bergerak cepat membangun komunikasi dengan lembaga pengasuhan anak milik pemerintah provinsi guna mempersiapkan proses rujukan.
“Dinas Sosial sudah berkoordinasi dengan pihak Panti Mulia Satria Banjarbaru. Nanti saat perawatan selesai dan bayi dinyatakan boleh pulang, akan dijemput oleh Dinsos Tala untuk langsung diantar ke panti,” pungkas Hendra.
Lembaga yang dituju adalah Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria.
Panti ini merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) resmi di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang berlokasi di Jalan A Yani Km 27, Banjarbaru.
Langkah penitipan ke PPRSAR Mulia Satria diambil untuk memastikan sang bayi mendapatkan lingkungan pengasuhan yang aman, layak, dan terjamin oleh negara.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat hingga saat ini terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku di balik aksi pembuangan bayi tersebut. (rzk/KPO-3)















