Martapura, KP – Pemkab Banjar menegaskan komitmennya untuk membina dan memberdayakan generasi muda melalui dukungan terhadap organisasi kepelajaran, salah satunya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Komitmen tersebut ditegaskan pada Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Banjar masa khidmat 2026–2028, di Aula Gedung Tuha NU Martapura, Sabtu (11/07/2026), yang dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran NU serta ratusan kader pelajar.
Mewakili Bupati, Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gusti Sugian Noor menegaskan, pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal pengabdian untuk melahirkan generasi yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“IPNU dan IPPNU merupakan wadah strategis mencetak pelajar yang memiliki akhlak mulia, semangat kebangsaan, kepemimpinan serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” tandasnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, membawa tantangan yang semakin besar bagi generasi muda. Karena itu, IPNU dan IPPNU diharap mampu menjadi pelopor guna membangun karakter pelajar yang religius, moderat, berprestasi, cinta tanah air dan peduli terhadap lingkungan sosial.
“Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemkab Banjar terus memberikan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan keagamaan, termasuk melalui hibah berupa uang yang disalurkan melalui Disbudporapar,” ungkapnya.
Pemkab juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis membangun daerah. Sugian Noor pun mengajak seluruh kader terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, penguatan literasi digital, kepemimpinan, kewirausahaan dan pengabdian pada masyarakat.
“Kami juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah serta mengedepankan musyawarah dalam setiap langkah organisasi,” tandasnya.
Ketua Pimpinan Pusat IPNU Muhammad HS mengingatkan, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari perkembangan teknologi, juga masuknya berbagai paham dan informasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Kami mengajak seluruh kader IPNU dan IPPNU menjadi garda terdepan menangkal penyebaran paham radikalisme, hoaks serta berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, budaya dan moral,” ujarnya.
Pelajar NU, lanjutnya, harus menjadi benteng yang menjaga persatuan bangsa. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan tabayyun, tingkatkan literasi digital dan jadilah pelajar yang mampu memberi manfaat untuk masyarakat.
“Organisasi pelajar NU harus mampu menghadirkan berbagai program yang memperkuat keimanan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan serta kepedulian sosial, sehingga kader IPNU dan IPPNU tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tandasnya. (Wan/K-5)















