Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Expronas 2026, Mahasiswa ULM Belajar Panen Kopi Hingga Pengolahan

×

Expronas 2026, Mahasiswa ULM Belajar Panen Kopi Hingga Pengolahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260719 WA0042
PANEN KOPI – Mahasiswa ULM melakukan panen kopi di lahan milik Rektor ULM pada program Expronas 2026. (Kalimantanpost.com/repro ULM)

PELAIHARI, Kalimantanpost.com – Puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengikuti praktik panen kopi di kawasan Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (18/7/2026).

Praktik panen ini menjadi bagian dari rangkaian Exchange Program Nasional (Expronas) 2026 yang diselenggarakan International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) ULM.

Kalimantan Post

Selain memanen buah di kebun milik Rektor ULM, peserta juga mempelajari budidaya hingga hilirisasi komoditas kopi. Pembelajaran ini diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan sektor pertanian.

Dengan penuh antusias, para peserta menyusuri perkebunan kopi seluas enam hektare untuk memanen buah kopi yang telah matang. Mereka membawa bakul dan ember untuk menampung hasil panen.

Ketua IAAS ULM, Muhammad Nasrudin menjelaskan, Expronas merupakan program kerja Departemen Exchange IAAS yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tahun ini, peserta menjalani program magang selama satu bulan. Salah satu lokasi pembelajaran berada di Biji Kopi Borneo.

“Selama magang kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung,” katanya.

Pada minggu pertama, peserta mempelajari jenis kopi, karakteristik tanaman, dan lokasi tumbuhnya. Selanjutnya, pada minggu kedua mereka belajar pemangkasan serta pemetikan.

“Kemudian hari ini berkesempatan praktik panen di kebun Pak Rektor yang luasnya sekitar enam hektare,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, katanya, membantu mahasiswa memahami potensi pengembangan kopi di Kalimantan Selatan. Mereka juga belajar proses budidaya, pemeliharaan, hingga teknik panen yang baik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putra Kurniawan mengatakan, Expronas 2026 merupakan angkatan kelima.

Program ini setiap tahun menghadirkan kegiatan magang di sejumlah lokasi pembelajaran.

“Tahun ini ada tiga hosting place. Salah satunya di Biji Kopi Borneo dengan sekitar 23 peserta dari Fakultas Pertanian berbagai jurusan,” katanya.

Baca Juga :  Supian HK Dukung Penuh Raker Penanggulangan Bencana PMI Kalsel 2026

Diungkapkan, selama dua minggu mereka belajar teori budidaya, panen, dan pengolahan kopi. Kemudian hari ini mereka mempraktikkan cara memanen kopi yang baik dengan memetik buah yang sudah merah.

Dwi menambahkan, praktik panen merupakan tahapan penting. Kualitas kopi sangat dipengaruhi sejak proses pemetikan. Maka, petani maupun mahasiswa perlu memahami teknik panen yang benar. Dengan begitu, biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peresmian Teaching Factory Lambung Mangkurat Coffee & Roastery di Fakultas Pertanian ULM. Di sana mahasiswa akan mempelajari proses pengolahan kopi secara utuh, mulai dari pengupasan, sortasi hingga roasting,” ujarnya.

Lebih lanjut Dwi menilai, penguasaan proses dari hulu hingga hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah kopi lokal.

Selama ini, banyak petani masih menjual buah kopi segar atau cherry. Akibatnya, nilai jual yang diperoleh relatif rendah.

“Kalau petani sudah mampu menjual minimal green bean, tentu nilai ekonominya akan lebih tinggi. Karena itu Fakultas Pertanian ULM menurut saya sudah menjawab tantangan ke depan,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan dan pendampingan teknis masih sangat dibutuhkan. Tujuannya agar petani mampu menghasilkan kopi berkualitas yang diterima pasar nasional maupun internasional.

Ia berharap Fakultas Pertanian ULM terus mengundang dan melatih petani, terutama dalam teknik panen dan pascapanen. Apalagi, kini kampus telah didukung fasilitas pengolahan kopi yang memadai.

Di sisi lain, konsumsi kopi terus meningkat dan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda.

Menjamurnya kedai kopi juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi sekaligus kualitas hasil panen.

“Diharapkan kolaborasi antara petani dan perguruan tinggi dapat mempercepat peningkatan sumber daya manusia di sektor kopi,” tambah Dwi.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi Minta Direksi Baru Fokus Benahi Layanan Sanitasi

Nantinya mahasiswa yang mengikuti program magang ini diharapkan menjadi pendamping sekaligus agen yang berbagi pengetahuan kepada petani kopi di berbagai daerah di Kalsel. (adv/lyn/KPO-4)

Iklan
Iklan