Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

UMKM Bigfast Banjarbaru Tumbuh Pesat, Dulunya Berawal Pandemi Kini Kantongi Omzet Puluhan Juta

×

UMKM Bigfast Banjarbaru Tumbuh Pesat, Dulunya Berawal Pandemi Kini Kantongi Omzet Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM KONtrak 1
UMKM- Suasana di rumah produksi Bigfast di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (7/9). UMKM lokal penghasil produk kebersihan ini sukses meraup omzet puluhan juta rupiah dan menjadi penyuplai berbagai institusi besar. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP— Berawal dari tingginya kebutuhan menjaga kebersihan di tengah pandemi Covid-19 pada 2021 lalu, sebuah usaha rumahan di Kota Banjarbaru bernama Bigfast kini bertransformasi menjadi produsen produk pembersih rumah tangga yang sukses meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Rumah produksi yang terletak di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang ini memproduksi berbagai kebutuhan esensial rumah tangga, mulai dari sabun cuci piring, sabun cuci tangan, hingga cairan pembersih lantai.

Kalimantan Post

Owner Bigfast, Irwaningsih, mengenang bahwa perjalanan bisnisnya dimulai dari tingginya permintaan sabun cuci tangan ketika pandemi melanda. Dari situlah usahanya perlahan membangun basis pasar yang loyal hingga saat ini.

“Saat pandemi Covid-19 melanda, salah satu barang yang paling dicari yaitu sabun cuci tangan. Dan hingga saat ini produk kami menjadi kebutuhan setiap rumah tangga,” ujar Irwaningsih, Senin (7/9).

Seiring berjalannya waktu, jangkauan pasar Bigfast meluas tidak hanya menyasar sektor rumahtangga, tetapi juga merambah pasar komersial dan institusi besar. Saat ini, Bigfast telah dipercaya menjadi penyuplai tetap produk pembersih untuk 12 cabang Mie Gacoan di wilayah Kalselteng, QMall Banjarbaru, serta sejumlah rumah makan dan rumah sakit di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Berkat perluasan jaringan tersebut, Bigfast kini mampu membukukan omzet bulanan yang fantastis, yakni berkisar antara Rp50 juta hingga Rp80 juta.

Kendati demikian, kesuksesan tersebut tidak diraih dengan instan. Pada awal perintisan, Irwaningsih mengaku sempat kesulitan membangun kepercayaan konsumen terhadap merek baru. Strategi jemput bola dengan membagikan sampel produk langsung kepada calon pelanggan menjadi kunci sukses mereka dalam meyakinkan pasar kala itu.

Kini, tantangan utama bergeser pada ketersediaan bahan baku yang sebagian besar masih harus didatangkan dari Pulau Jawa guna menjaga kelancaran produksi yang membutuhkan waktu sekitar dua hari—termasuk proses homogenisasi selama 24 jam sebelum pengemasan.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Genjot Pembangunan Drainase, Warga Rasakan Langsung Manfaat Bebas Banjir

Irwaningsih juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, termasuk Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, yang beberapa waktu lalu turut meresmikan gudang produksi baru mereka.

Kisah sukses Bigfast menjadi bukti nyata bagaimana keuletan UMKM lokal Banjarbaru mampu naik kelas melalui kualitas produk yang terjaga serta strategi pemasaran yang adaptif.(Dev/K-5)

Iklan
Iklan